Ini Alasan Dewan Minta Kinerja BPR Mustaqim Dievaluasi

BPR Mustaqim Dievaluasi
Ketua Panitia Khusus (Pansus) DPRA, Sulaiman

Ini Alasan Dewan Minta Kinerja BPR Mustaqim Dievaluasi

ACEHSATU.COM [ BANDA ACEH – Gubenur Aceh, Nova Iriansyah diminta melakukan evaluasi terhadap kinerja Bank Pengkreditan Rakyat (BPR) Mustaqim karena bagian laba dari penyertaan modal pada BPR Mustaqim tahun 2020 realisasinya nihil atau 0,0 persen dari target sebesar Rp 1,4 milyar.

Ketua Panitia Khusus (Pansus) DPRA, Sulaiman, mengatakan, Pemerintah Aceh perlu melakukan evaluasi terhadap kinerja manajemen BPR Mustaqim, karena setipa tahun bank tersebut terus disubsidi oleh Pemerintah Aceh namun tidak menguntungkan daerah terutama dalam penambahan pendapatan asli daerah .

 “Untuk itu Pemerintah Aceh agar mengambil tindakan tegas membenahi manajemen dan kinerja BPR,” ujar Sulaiman kepada wartawan dua hari lalu.

Dipaparkan Sulaiman, dari target sebesar Rp.202,4 milyar Pendapatan Asli Aceh (PAA) dari pendapatan hasil pengelolaan kekayaan Aceh yang dipisahkan, realisasinya hanya sebesar Rp.181,7 milyar atau 90,40 persen dan realisasinya hanya diperoleh dari Bank Aceh Syariah tahun 2019

Rapat paripurna DPR Aceh .

Sedangkan realisasi Pendapatan Aceh yang sah lainnya mencapai Rp7,9 triliun atau 102,23 persen dari target Rp 7,8 triliun, dengan rincian PAA dari hibah Pemerintah Pusat sebesar Rp 41,3 miliyar atau 32.801,23 persen, dari target sebesar Rp125,9 juta.

“Pemerintah Aceh tidak menginformasikan dalam LKPJ dari mana sumber pendapatan hibah tersebut atau dalam bentuk Peraturan Menteri Keuangan karena realisasi sangat mencolok,” ujar Ketua Pansus ini

Ia juga meminta Gubernur Aceh agar mengevaluasi qanun-qanun Aceh berkaitan dengan pemungutan pajak dan retribusi Aceh dan menyesuaikan dengan regulasi Peraturan Pemerintah dan Permendagri yang baru disamping meningkatkan pengawasan internal melalui pemberdayaan Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP) Aceh,” demikian ujar Sulaiman (*)