Ini 9 Daerah di Aceh Berstatus Zona Merah Covid-19

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Pemerintah Provinsi Aceh menetapkan 9 Kabupaten/Kota di Aceh berstatus zona merah dan 14 kabupaten/kota zona hijau Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Penetapan zona tersebut disampaikan melalui Surat Edaran (SE) Gubernur Aceh Nomor 440/7810 tanggal 2 Juni 202.

Surat edaran (SE) tersebut juga ditembuskan ke Ketua Gugus Tugas Covid-19 Indonesia dan Forkopimda Aceh.

Berikut rincian Kabupaten/Kota di Aceh yang masuk dalam kriteria zona hijau dan zona merah.

14 Kabupaten/Kota yang berstatus zona hijau yaitu:

1. Pidie Jaya
2. Aceh Singkil
3. Bireuen
4. Aceh Jaya
5. Nagan Raya
6. Kota Subulussalam
7. Aceh Tenggara
8. Aceh Tengah
9. Aceh Barat
10. Aceh Selatan
11. Kota Sabang
12. Kota Langsa
13. Aceh Timur
14. Aceh Besar.

Sedangkan 9 Kabupaten/Kota yang berstatus dengan Zona Merah yaitu:

1. Banda Aceh
2. Pidie
3. Simeulue
4. Aceh Barat Daya
5. Aceh Tamiang
6. Lhokseumawe
7. Bener Meriah
8. Gayo Lues
9. Aceh Utara.

Berkenaan dengan hal itu, pelaksana tugas (Plt) Gubernur Aceh meminta Pemerintah Kabupaten/Kota dengan kriteria zona merah covid-19 agar melaksanakan:

Pertama: Penerapan tetap di rumah kecuali untuk kebutuhan pokok dan obat-obatan, mengawasi dan membubarkan keramaian dan orang berkumpul dengan memberdayakan Satpol PP/WH kabupaten/kota serta TNI/Polri.

Kedua: Penerapan protokol kesehatan secara ketat terutama tidak berkumpul, menjaga jarak, pakai masker, cuci tangan dengan sabun.

Ketiga: Meningkatkan sistem pengawasan di perbatasan baik antar provinsi maupun kabupaten/kota terhadap arus barang dan orang.

Keempat: Ketentuan tentang testing yang masif bagi masyarakat, tracing yang agresif dan isolasi yang ketat serta treatment yang dapat menyenmbuhkan pasien Covid-19.

Kelima: Peningkatan kapasitas layanan kesehatan seperti kecukupan logistik yang memadai (APD, PCR, Rapid Tes dan lain-lain), kecukupan tempat tidur dan sarana kesehatan lainnya.

Keenam: Kesiapan pemerintah Gampong dalam menghadapi pandemi Covid-19 agar memantau setiap orang yang berpotensi untuk menyebarkan Covid-19.

Ketujuh: Menegakkan protokol kesehatan di tempat umum, mengatur jam dan tempat kerja.

Kedelapan: Monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan Covid-19 bersama dengan Forkopimdan kabupaten/kota. (*)