Ini 7 Fakta Terungkap Selama 14 Hari Penyelidikan Kasus Kematian Editor TV Yodi Prabowo

ACEHSATU.COM – Polda Metro Jaya hari ini akan merilis hasil penyelidikan kasus kematian editor Metro TV Yodi Prabowo. Selama 2 pekan penyelidikan, polisi telah mengumpulkan sejumlah keterangan saksi dan bukti-bukti serta petunjuk untuk mengungkap kasus tersebut.

“Hasil penyelidikan dan penyidikan akan kami rilis besok (hari ini, red), tunggu besok saja,” kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat, seperti dilansir detikcom, Jumat (24/7/2020).

Tubagus menyampaikan rilis akan disampaikan pada pukul 10.00 WIB di Polda Metro Jaya, Sabtu (25/7) besok. Sementara itu, Tubagus tidak menjelaskan apa hasil akhir dari penyelidikan yang akan disampaikan tersebut.

Sebelumnya, Direktur Pemberitaan Metro TV Arief Suditomo mengatakan pihaknya telah mendapatkan informasi dari polisi terkait perkembangan hasil penyelidikan Yodi Prabowo. Kepada Arief, polisi mengungkap ada kemajuan dalam penyelidikan tersebut.

“Progress, mereka (polisi) bilang ada progres. Tapi ya kita tidak mendapatkan detail. Saya bukan dalam posisi mengejar mereka sejauh mana,” kata Arief setelah menemui penyidik di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (24/7/2020).

Arief mengaku kedatangannya kali ini juga untuk memberikan dukungan kepada aparat kepolisian. Arief mempercayakan proses penyelidikan kepada polisi dan meyakini kasus ini akan segera terungkap.

Yodi Prabowo ditemukan tewas pada Jumat (11/7) siang. Yodi Prabowo tewas dengan 2 luka tusukan di bagian leher dan dada. Ada dugaan Yodi Prabowo tewas dibunuh.

Berikut 7 fakta yang terungkap selama 14 hari penyelidikan polisi dalam rangkuman detikcom:

1. Tewas dengan Luka Tusuk

Hasil autopsi mengungkap penyebab kematian Yodi Prabowo adalah adanya luka tusuk di bagian leher.

“Hasil autopsi adalah yang terjadi pada mayat sudah lebih dua hingga tiga hari di TKP sebelum ditemukan. Kemudian, ada tusukan benda tajam terhadap tubuh korban. Pertama, di leher; dan kedua, di dada,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di kantornya, Senin (13/7/2020).

Yusri mengatakan kedua luka tusuk dari benda senjata tajam tersebut berakibat fatal. Luka tusukan di bagian leher lah yang mengakibatkan Yodi Prabowo meninggal dunia.

“Yang leher ini mengakibatkan robek pada tenggorokan dan ini penyebab matinya korban ya. Hasil autopsi RS Polri penyebab utama meninggal itu tusukan di leher,” kata Yusri.

Sementara itu, luka tusuk di bagian dada menembus hingga bagian tulang iga dan paru-paru korban.

“Termasuk yang di dada ini menembus tulang iga dan paru-paru,” katanya.

Sementara lebam yang ditemukan pada bagian tengkuk merupakan lebam mayat.

2. 34 Saksi Diperiksa

Selama proses penyelidikan ini polisi telah mengumpulkan keterangan dari 34 saksi. Saksi adalah keluarga, kekasih, teman kantor hingga warga.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, dari 34 orang saksi ini ada yang diperiksa berulang-ulang. Seperti salah satunya adalah Suci Fitri, kekasih korban.

“Masih 34 saksi. Karena ini kan kita lagi melakukan pemeriksaan tambahan aja, saksi-saksi yang telah kita periksa ada beberapa kita periksa ulang,” kata Yusri kepada wartawan, Rabu (22/7/2020).

3. Waktu Kematian Pukul 00.00-02.00 WIB

Jenazah Yodi Prabowo ditemukan pada Jumat (11/7) lalu. Yodi Prabowo diduga tewas sejak Rabu (8/7) atau tiga hari sebelum jenazahnya ditemukan tewas.

Hasil pemeriksaan diduga Yodi Prabowo tewas pada malam hingga dini hari.

“Diperkirakan kejadian itu sekitar jam 12 malam sampai dengan jam 2 pagi hari. Itu berdasarkan dari hasil keterangan saksi, mulai dia (korban) dari berangkat kantor,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan, Rabu (22/7/2020).

Yusri juga mengatakan, perkiraan tersebut diperkuat oleh keterangan saksi di dekat TKP. Seorang saksi melihat motor milik Yodi Prabowo terparkir di pinggir Jl Ulujami Raya, Pesanggrahan, Jaksel atau di seberang di mana jasad Yodi Prabowo ditemukan.

“Karena berdasarkan keterangan saksi yang memindahkan sepeda motor yang dia temukan di pinggir jalan dekat TKP tersebut sekitar pukul 2 pagi,” ujar Yusri.

4. Sidik Jari Yodi Prabowo di Pisau

Pihak kepolisian masih berupaya memecahkan teka-teki sidik jari yang ditemukan oleh tim uji labfor terkait pembunuhan editor Metro TV Yodi Prabowo. Sidik jari tersebut didapatkan dari sebuah pisau yang digunakan untuk menusuk leher dan dada Yodi Prabowo.

Uji labfor sementara itu juga menunjukkan sidik jari itu ternyata dari jari tangan Yodi Prabowo sendiri. Pihak kepolisian pun masih berupaya menelusuri temuan tim labfor ini.

“Ini pisau dilakukan pemeriksaan untuk pengecekan DNA dan sidik jari yang ada. Hasil sementara dari labfor mengenai sidik jari pisau dan DNA, sementara ini sidik jari ada ditemukan adalah sidik jari korban dan juga DNA si korban sendiri,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (21/7/2020).

Yusri mengatakan pihaknya belum mau berspekulasi apapun terhadap temuan sidik jari dan DNA pada pisau tersebut. Dia pun menegaskan hasil pemeriksaan terhadap pisau tersebut juga baru sementara.

“Kita masih mendalami, oleh tim labfor masih terus melakukan pendalaman. Mudah-mudahan secepatnya akan kita sampaikan,” ujarnya.

5. Pisau di Bawah Tubuh Yodi Prabowo

Yodi Prabowo tewas dengan luka tusukan. Polisi mengatakan pisau tersebut ditemukan di balik jenazah korban yang saat itu dalam posisi tertelungkup.

“Ada satu barang bukti pisau yang ditemukan di TKP. Pada saat itu korban menurut keterangan saksi yang menemukan awal (dalam kondisi) tertelungkup, di bawahnya itu ada pisau. Nah ini lah kemudian pisau dilakukan pemeriksaan untuk pengecekan DNA dan sidik jari yang ada,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (21/7/2020).

Dari olah TKP yang telah dilakukan, Yusri juga mengatakan polisi tidak menemui ceceran darah korban di sekitar TKP. Dia menyebutkan ceceran darah tersebut hanya ditemukan di sekitar tubuh korban.

“Tentang adanya kemungkinan adanya ceceran darah di sekitar TKP, ceceran darah itu cuma ada di sekitar tubuh korban sendiri dengan kondisi tertelungkup pada saat itu,” beber Yusri.

6. Rambut Ditemukan di TKP

Polisi menemukan rambut di lokasi penemuan jenazah editor Metro TV Yodi Prabowo saat olah tempat kejadian perkara (TKP) di Ulujami, Pesanggrahan, Jaksel, pada Jumat (17/7/2020) lalu. Sampel rambut tersebut telah dicek di Labfor dan ternyata adalah milik Yodi Prabowo.

“Itu punya korban (rambut). Punya korban,” kata Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat kepada wartawan di Jalan Inspeksi, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Senin (20/7).

7. Penyusuran CCTV

Pada Selasa, 14 Juli 2020, tim gabungan Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Polres Jaksel, dan Polsek Pesanggrahan menelusuri rekaman CCTV yang ada di sekitar lokasi kejadian. Salah satunya CCTV di sekitar Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) yang terdekat ke lokasi penemuan mayat di Jalan Ulujami Raya, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

“Tim sore ini menelusuri apakah masih ada CCTV yang masih bisa diambil untuk dijadikan petunjuk bagi penyidik karena beberapa keterangan-keterangan yang memang masih harus kita kembangkan,” kata Yusri kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (14/7/2020).

Saat ini penyidik sudah memeriksa dua CCTV yang berasal dari lokasi pinggir jalan tol dan lokasi di dekat TKP. Hanya, penyidik masih harus bersabar, lantaran kamera CCTV tidak merekam begitu jelas.

“Dua CCTV sudah kita ambil termasuk di pinggir tol sama yang dekat di TKP. Sekarang masih didalami tim penyidik dan Inafis. Sepintas memang agak buram sementara kita perlu bantuan daripada tim khusus,” jelas Yusri.

Hal ini menjadi kendala bagi penyidik. Penyidik membawa CCTV tersebut ke Labfor untuk diperiksa secara saksama. (*)