Ini 6 Poin Penjelasan BMKG soal SMS Potensi Gempa M 8,5

ACEHSATU.COMBMKG memberikan penjelasan terkait salah kirim SMS yang berisi peringatan gempa berkekuatan 8,5 M. BMKG memastikan SMS itu bukanlah prediksi gempa.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Bambang SP menyampaikan 6 poin penjelasan BMKG terkait kejadian itu.

Pertama, BMKG memastikan informasi itu tidak benar karena ada kesalahan sistem.

“BMKG menyatakan bahwa informasi tersebut tidak benar, karena telah terjadi kesalahan pada sistem pengiriman informasi gempabumi dan peringatan dini tsunami yang melalui kanal SMS,” kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang SP dalam keterangan tertulis, Kamis (27/5/2021).

Kedua, Bambang mengatakan, setelah adanya SMS blast salah kirim itu, BMKG dan Kominfo langsung melakukan klarifikasi terhadap sistem pengirim informasi yang salah tersebut, melalui saluran/kanal komunikasi yang sama, SMS BMKG-Kominfo. Ketiga, kini BMKG dan Kominfo sedang berkoordinasi melakukan investigasi terkait kejadian itu.

Foto ilustrasi gempa bumi (iStock)

“Saat ini BMKG bersama Kominfo sedang melakukan penelusuran dan investigasi lebih mendalam terhadap penyebab kesalahan sistem SMS hingga tersebar informasi gempa berpotensi tsunami,” ungkapnya.

Keempat, BMKG meminta masyarakat tetap tenang karena dari hasil monitoring BMKG saat ini tidak terjadi gempa berkekuatan M 8,5 di wilayah Indonesia, sehingga secara institusi BMKG tidak mengeluarkan peringatan dini tsunami. Kelima, BMKG memastikan SMS blast itu juga bukan merupakan prediksi gempa bumi yang akan terjadi.

“Informasi yang tersebar tersebut juga bukan merupakan prediksi gempa yang akan terjadi dalam waktu dekat, karena hingga saat ini belum ada satu pun teknologi di dunia yang mampu memprediksi dengan tepat dan akurat kapan, di mana, dan berapa besar kekuatan gempa akan terjadi,” ungkap Bambang.

Keenam, masyarakat diminta selalu memperbarui informasi BMKG melalui saluran resmi, seperti website, saluran komunikasi infobmkg berbasis media sosial, Call Center 196, ataupun kantor BMKG terdekat.

Sebelumnya, beredar pesan singkat yang berisi peringatan gempa berkekuatan 8,5 M dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). BMKG menjelaskan bahwa ada kesalahan sistem pengiriman pesan peringatan dini tsunami.

Mulanya, tangkapan layar pesan singkat berisi peringatan gempa ini diunggah oleh sejumlah warganet di Twitter. Pesan ini berisi peringatan dini tsunami untuk Provinsi Jawa Timur, NTB, Bali, NTT, hingga Jawa Tengah. Gempa disebut berkekuatan 8,5 magnitudo.

“Peringatan Dini Tsunami di JATIM NTB BALI NTT JATENG Gempa Mag:8.5 04-Jun-21 10:14:45WIB Lok:10.50LS 114.80BT Kdlmn:10Km::BMKG,” bunyi pesan yang dikirim oleh KominfoBMKG seperti yang dilihat detikcom, Kamis (27/5/2021).

BMKG menjelaskan bahwa pesan ini terkirim karena kesalahan sistem pengiriman ‘test’.

“Mohon maaf terjadi kesalahan system pengiriman TEST–Peringatan Dini Tsunami di JATIM,NTB,BALI,NTT,JATENG,…::BMKG,” kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Rahmat Triyono saat dikonfirmasi, Kamis (27/5). (*)