Ini 3 Klaster Pasar di DKI Jakarta yang Pedagangnya Terpapar Covid-19

ACEHSATU.COM – Terdapat tiga pasar di DKI Jakarta yang ditemukan kasus positif virus Corona (COVID-19). Perumda Pasar Jaya mengaku telah melakukan kebijakan penutupan pasar dan penyemprotan disinfektan di tiga lokasi tersebut.

Dari pemberitaan sebelumnya, ada pedagang yang dinyatakan positif Corona setelah menjalani tes PCR di tiga pasar tersebut.

Kasus pertama terjadi di Pasar Klender, Jakarta Timur. Pada tes Corona pertama yang dilakukan di tempat tersebut pada Jumat (22/5/2020), ditemukan lima pedagang pasar yang terkonfirmasi positif Corona.

“Iya, ada yang positif lima di situ. Itu setelah berbarengan kita rapid sama swab PCR ya dua hari sebelum Lebaran, Jumat (22/5),” kata Kepala Puskesmas Duren Sawit Rita Wedya Astuti ketika dihubungi, Kamis (28/5).

Kini, ada tambahan 15 orang dinyatakan positif kasus Corona sehingga total ada 20 orang yang dinyatakan positif Corona di Pasar Klender.

“Kemarin kan 62 rapid test dan swab test. Hari ini baru keluar data (swab) untuk 56 orang. Dari 56 yang keluar, 13 positif COVID-19 dari pasar yang pedagang. Terus dua orang petugas pasar. Jadi 13+2, ya,” kata Rita ketika dihubungi, Selasa (2/6).

Kasus ke dua terjadi di Pasar Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat. Sebanyak sembilan pedagang di Pasar Serdang, Kemayoran positif COVID-19. Status ini diketahui setelah mereka mengikuti rangkaian pemeriksaan mulai dari tes cepat hingga tes swab (swab test) pada pekan lalu bersama Puskesmas Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat.

“Jadi 9 orang yang reaktif itu dipastikan positif COVID-19. Dari 180 orang yang menjalani pemeriksaan, 9 orang positif,” kata Kepala Puskesmas Kecamatan Kemayoran, Buana, saat ditemui di Puskesmas Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (9/6/2020) seperti dilansir Antara.

Buana mengatakan, 9 pedagang Pasar Serdang Kemayoran cukup patuh mengikuti instruksi dari Puskesmas Kecamatan Kemayoran usai mengetahui kondisi kesehatannya yang terpapar COVID-19. “Mereka, kami minta langsung untuk isolasi mandiri. Mereka cukup patuh,” kata Buana.

Kemudian, kasus ketiga terjadi di Pasar Rawa Kerbau, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Dua pedagang dari Pasar Rawa Kerbau, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, dinyatakan positif virus Corona (COVID-19). Hasil itu didasari swab test yang dilakukan petugas puskesmas.

“Hasilnya sudah keluar, dua orang dinyatakan positif COVID-19 berdasarkan swab test,” kata Kepala Puskesmas Cempaka Putih, Dicky Alsadik, seperti dilansir Antara, Rabu (10/6).

Swab test dilaksanakan terhadap 50 pedagang di Pasar Rawa Kerbau dari hasil pendataan pihak Kecamatan Cempaka Putih pada pekan lalu.

Pemprov Klaim Tutup Pasar ‘Terpapar’ Corona

Perumda Pasar Jaya, selaku pengelola pasat tradisional, mengaku langsung bertindak ketika menemukan adanya kasus positif Corona di lingkungan pasar. Mereka langsung menutup pasar dan menyemprot disinfektan.

“Untuk Pasar Klender, sebenarnya sudah dilakukan penutupan itu ketika kita mendapatkan adanya terinfeksi atau terpaparnya pedagang kita karena COVID-19 dan kita langsung melakukan penyemprotan pada saat itu,” kata Dirut Perumda Pasar Jaya, Arief Nasrudin, dalam keterangannya, Rabu (10/6).

“Jadi ketika memang ada pasar yang ditemukan pedagangnya terpapar positif COVID-19 seperti beberapa pasar juga kita lakukan (penutupan dan penyemprotan),” sambungnya.

Arief mengaku sudah mencegah penularan Corona di lingkungan pasar. Pasar Jaya berkoordinasi dengan instansi lain untuk melakukan penertiban dan penegakan protokol kesehatan.

“Jadi ini kerja sama kita dengan Kasatpol PP untuk mereka pengunjung yang juga masih belum menyadari bahaya COVID ini, mereka ditertibkan untuk kemudian selalu memastikan menggunakan masker,” ucap Arief.

Selain itu, menurut Arief, Dinas Kesehatan memang melakukan pengetesan di lingkungan pasar, sehingga bisa diketahui kondisi kasus Corona di lingkungan pasar.

“Kita juga dibantu juga dari Dinas Kesehatan melakukan beberapa rapid test dan swab test dikoordinasikan oleh para wali kota yang ikut juga membantu untuk memastikan pasar tradisional di Jakarta yang jumlahnya cukup banyak, luar biasa banyak ini, untuk memastikan bukan pasar yang menjadi tempat penyebaran COVID walaupun kita sangat concern dengan penyebaran ini yang ada di pasar,” kata Arief. (*)