Info Terbaru! AS Tangkap Perwira Militer China, Situasi Makin Panas

ACEHSATU.COM – Seorang perwira militer China ditangkap ketika berusaha meninggalkan Amerika Serikat (AS) pada hari Minggu (7/6/2020). Ia membawa hasil penelitian yang didanai pemerintah AS dari Universitas California San Fransisco (UCSF).

AS menangkapnya dengan tuduhan melakukan pemalsuan visa. Hal ini diumumkan Departemen Kehakiman AS, Kamis (11/6/2020) waktu setempat.

Menurut pengaduan kriminal FBI, lelaki yang bernama Xin Wang tersebut memegang jabatan yang kira-kira setara dengan tingkat mayor di Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China. Ia juga biasa mendapat gaji dari PLA.

Posisi itu berbeda dari yang dinyatakan Wang dalam permohonan visanya pada tahun 2018. Pada saat itu ia tidak menjelaskan kalau ia berasal dari militer dan hanya mengatakan tujuan kunjungannya untuk melakukan penelitian semata.

“Wang menyatakan bahwa ia dengan sengaja membuat pernyataan palsu tentang dinas militernya dalam aplikasi visanya, untuk meningkatkan kemungkinan keberhasilan mendapatkan visanya,” tambah keterangan pengaduan tersebut, sebagaimana dilaporkan South China Morning Post (SCMP).

“Ketika ia mengajukan permohonan untuk visa AS-nya, Wang menyatakan bahwa ia menjabat sebagai associate professor di bidang kedokteran di PLA, dari tahun 2002 hingga 2016.”

Dari pengumuman Departemen Kehakiman, Wang mengatakan kepada agen pabean bahwa ia telah diinstruksikan untuk mengamati tata letak laboratorium UCSF. Termasuk membawa pulang informasi tentang cara mereplikasinya di China.

“Pejabat pabean AS menerima informasi bahwa Wang memiliki studi dari UCSF dengannya, yang dia ambil untuk dibagikan dengan rekan-rekan PLA-nya, dan dia telah mengirim penelitian ke lab-nya di China melalui email,” tulis pengaduan itu lagi.

Beberapa penelitian UCSF yang dimiliki Wang, menurut Departemen Kehakiman, didanai oleh hibah dari Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS yakni National Institutes of Health (NIH).

Wang menghapus konten pesan WeChat dari ponselnya sebelum tiba di bandara saat hendak berangkat.

Berdasarkan alasan keamanan nasional, pemerintah AS telah berusaha untuk menindak ikatan akademik antara lembaga penelitian Amerika dan militer China.

Pada tanggal 29 Mei, Presiden Donald Trump telah mengumumkan bahwa mahasiswa pascasarjana dan peneliti pendatang (visiting researchers) dari China akan dilarang masuk ke AS jika mereka dianggap memiliki risiko mentransfer pengetahuan teknis ke institusi militer China.

Pemberitahuan yang mulai berlaku pada tanggal 1 Juni itu tidak mencantumkan lembaga-lembaga tertentu yang perlu mendiskualifikasi pelamar. Keputusan soal itu ada di Departemen Luar Negeri.

Namun, pengaduan FBI terhadap Wang tidak menuduhnya melakukan kejahatan terkait penelitian yang ia bawa atau telah kirim melalui email ke China. Wang menghadapi hukuman 10 tahun penjara dan denda US$ 250.000 jika terbukti bersalah. (*)