oleh

Indonesia-China Rebutan Natuna, Ini Perbandingan Kekuatan Militer

-Nasional-168 views

ACEHSATU.COM – Laut Natuna memanas karena kapal coast guard dari China masuk ke dalam teritori laut Indonesia tanpa izin. Tak terima, Indonesia pun menyatakan apa yang dilakukan China adalah pelanggaran.

Foto: Pradita Utama

China sendiri mengklaim daerah yang dilalui kapalnya di Natuna merupakan daerah teritorinya sendiri. China mengklaim ada garis Nine Dash alias sembilan garis putus-putus, hal ini lah yang membuat permasalahan ini menjadi panas.

Untuk mengantisipasi China semakin memasuki kawasan perairan Indonesia di Natuna, pemerintah akan menambah kapal besar dengan jenis ocean going (lintas samudera) untuk menjaga Natuna. Selain itu, pemerintah akan melengkapi pengamanan di Natuna. Dia menyatakan pemerintah akan membuat pangkalan angkatan laut dan pangkalan coast guard.

Namun, jika dibandingkan dengan kekuatan militer China, cukupkah upaya tersebut mempertahankan Natuna?

Dilansir dari CNBC Indonesia, Minggu (5/1/2020), apabila ditinjau dari segi anggaran untuk pertahanan, jelas China jauh lebih unggul. Pada tahun 2019, anggaran untuk pertahanan China mencapai US$ 224 miliar atau sekitar Rp 3.136 triliun (kurs Rp 14.000). Jumlah tersebut setara dengan 1,8% dari Produk Domestik Bruto (PDB) China.

Sementara menurut kajian Global Fire Power (GFP), anggaran pertahanan Indonesia pada 2019 mencapai US$ 6,9 miliar atau sekitar Rp 99,5 triliun. Anggaran tersebut setara dengan 0,68% dari PDB.

Sedangkan, diukur dari jumlah personel militer, Indonesia masih kalah jauh. Menurut GFP, total personil militer China mencapai 2,7 juta orang. Sementara jumlah tentara di Indonesia ditaksir mencapai 800 ribu. Artinya jumlah personil militer Indonesia hanya 30% dari China.

Dari kemampuan alutsista, China juga lebih unggul dari Indonesia. China memiliki 3.187 pesawat militer untuk pertempuran dan transport. Sementara Indonesia hanya punya 451 unit pesawat militer. Untuk alutsista angkatan laut China mencapai 714 unit. Sedangkan, Indonesia hanya memiliki 221 unit. (*)

Komentar

Indeks Berita