Ikuti Indonesia, Malaysia dan Brunei Juga Tidak Kirim Jamaah Haji Tahun Ini

Ikuti Indonesia, Malaysia dan Brunei Juga Tak Kirim Jamaah Haji Tahun Ini

ACEHSATU.COM — Brunei Darussalam juga memutuskan tidak mengirim calon jamaah Haji 2020, karena masalah keselamatan dan kesehatan yang terkait dengan pandemi virus corona atau COVID-19.

Melansir Kumparan, keputusan itu diumumkan langsung Menteri Agama Brunei, Awang Badaruddin Othman berdasarkan persetujuan Sultan Brunei Hassanal Bolkiah.

“Yang Mulia Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu’izzaddin Waddaulah ibni Al-Marhum Sultan Haji Omar’Ali Saifuddien Sa’adul Khairi Waddien, Sultan dan Yang Dipertuan dari Brunei Darussalam, memberikan persetujuannya atas rekomendasi Dewan Agama Islam Brunei, yang diadakan Sabtu lalu, untuk membatalkan partisipasi jemaah haji Brunei tahun ini,” kata Badaruddin, dilansir Borneo Bulletin, Jumat (12/6/2020).

“Ini berarti bahwa negara kita tidak akan mengirimkan 1.000 jamaah yang dipilih dan mereka yang bepergian dengan biaya sendiri untuk melakukan haji,” imbuhnya.

Berdasarkan Hukum Syara, sebagaimana dinyatakan dalam Fatwa Mufti Negara No. 14/2020 tentang partisipasi jemaah haji, dipastikan pandemi virus corona masih menjadi ancaman global dan penyebaran virus ini adalah tidak mungkin berhenti dalam waktu dekat.

“Pemerintah Arab Saudi juga berusaha memutus rantai transmisi COVID-19. Ini termasuk menerapkan jam malam, penangguhan umrah dan penutupan masjid di tanah suci, seperti Masjidil Haram dan Masjid Nabawi,” jelasnya.

Badaruddin memastikan apa yang dilakukan pemerintah untuk menunda Haji 2020 adalah langkah yang aman bagi seluruh rakyat Brunei demi kesejahteraan dan keselamatan dari ancaman global pandemi virus corona.

“Selain itu, pihak-pihak terkait yang terlibat dalam pengelolaan urusan haji telah mengatakan bahwa semua hal mengenai partisipasi 1.000 jemaah haji dari negara kita tidak dapat dilakukan, karena prosesnya telah ditunda,” terangnya.

Terkait masalah biaya haji yang sudah dibayarkan jemaah, Badaruddin mengatakan, akan dibahas bersama dengan perusahaan penyedia jasa haji.

“Dalam hal ini, semua transaksi dan komitmen antara calon jamaah haji dan perusahaan yang menyediakan paket haji akan diselesaikan bersama, termasuk pembayaran yang dilakukan oleh calon jamaah haji kepada perusahaan-perusahaan ini,” pungkasnya.

Brunei menjadi negara keempat di Asia Tenggara yang membatalkan keberangkatan jemaah haji tahun ini setelah Singapura, Indonesia, dan Malaysia.

Singapura terlebih dulu mengumumkan warga negaranya tidak akan melakukan ibadah haji karena pandemi virus corona pada Mei lalu. 900 jemaah haji asal Singapura yang telah mendaftar tahun ini akan dilanjutkan ke 2021.

Menteri Agama Indonesia, Fachrul Razi, juga memutuskan untuk membatalkan keberangkatan jemaah haji karena masalah kesehatan dan mengalihkannya ke 2021.

Malaysia juga mengikuti langkah kedua negara itu. Menteri Agama Islam Malaysia, Zulkifli Mohamad Al-Bakri menyebut pembatalan Haji 2020 berdasarkan berbagai pertimbangan kondisi saat ini, salah satunya belum ditemukannya vaksin virus corona. (*)