Ikan Segar di Pusat Pasar Kota Langsa Masih Langka, Harga Jual Meroket

Harga jual ikan segara di Pusat Pasar Ikan Langsa melambung
Susana di Pusat Pasar Ikan Kota Langsa yang biasanya ramai dengan penjual kini hanya 2-3 pedagang saja yang membuka lapak jualan akibat tidak adanya pasokan ikan segar dari nelayan. | Foto ACEHSATU.COM/Harja

ACEHSATU.COM | LANGSA – Ikan segar yang biasanya diperdagangkan di Pusat Pasar Kota Langsa masih sulit ditemukan. Akibatnya, harga jual ikan pun semakin tinggi.

Kelangkaan ikan segar ini sendiri diduga dipicu akibat sebagian besar nelayan belum kembali melaut meski perayaan Hari Raya Idul Adha 1441 H telah berlangsung lebih sepekan lamanya.

Hasil pantauan ACEHSATU.COM di Pusat Pasar Kota Langsa, Senin (10/08/2020), harga jual per kilogram (kg) berbagai ikan segar mengalami kenaikan yang cukup tinggi dari biasanya.

Kenaikan itu berkisar antara Rp5 ribu hingga mencapai Rp10 ribu.

Harga berbagai ikan

Ikan Sarden, dari harga jual sebelumnya Rp30 ribu per kg menjadi Rp40 ribu, ikan tongkol yang biasanya bisa dibeli Rp20 ribu per kg kini menjadi Rp30 ribu.

Cumi-cumi juga mengalami peningkatan harga menjadi Rp55 ribu per kg dari sebelumnya hanya Rp40 ribu.

Demikian juga dengan ikan gembung dan ikan kerapu yang sebelumnya masing-masing bisa dibeli sebesar Rp40 ribu per kg kini meningkat menjadi Rp50 ribu.

Ikan rambeu atau GT Travelin juga mengalami hal yang sama, dari biasanya Rp55 ribu per kg kini naik di kisaran Rp60 hingga Rp65 ribu per kg.

Kembali normal

Junaidi, salah seorang pedagang ikan di Pusat Pasar Langsa menuturkan, kelangkaan ikan segar merupakan hal yang biasa terjadi usai perayaan Idul Adha.

Namun menurutnya, hal itu hanya berlangsung selama sepekan saja.

Dia memperkirakan dalam beberapa hari kedepan nelayan akan kembali melaut dan harga ikan jual ikan pun akan kembali normal. (*)