ACEHSATU.COM, BANDA ACEH – International Center For Aceh and Indian Ocean Studies (ICAIOS) menggelar lokakarya mata Kuliah Learning How to Learn  (Belajar Cara Belajar) di ruang Seminar Prof Antony Reid, Kamis (4/4/2019).

Lokakarya ini diikuti oleh sebanyak 20 dosen dari sejumlah perguruan tinggi yang ada di Aceh. Lokakarya itu membahas Mata Kuliah Wawasan Ilmu dan Komunikasi Ilmiah (WIKI) yang difasilitasi Saifu Mahdi, SSi, MSc, PhD dan Ibnu Mundzir S.Psi, Msc.

Fasilitator lokakarya, Ibnu Mundzir mengatakan kegiatan ini dimaksudkan agar peserta mendapat pemahaman mengenai Ilmu dan Komunikasi Ilmiah dan memberi masukan bagi pengembangan Mata Wawasan Ilmu dan Komunikasi Ilmiah untuk mahasiswa di Aceh.

Ia juga mengatakan, diharapkan dapat tersusun rencana bersama untuk tersebarnya mata kuliah sejenis di berbagai kampus di Aceh sehingga setiap dosen dapat membantu mahasiswa menemukan tujuan akhir dari perkuliahan mereka.

“Apa arti penting belajar di kampus, kilas balik Kopelma Darussalam sebagai bagian dari Ikrar Lamteh. Ini juga bisa dikenalkan kepada mahasiswa sehingga mereka memahami alur dari mengapa mereka ada di Darussalam sebagai mahasiswa,” jelas Ibnu Mundzir.

Lokakarya yang dimulai sejak pagi hingga sore itu, mendapat banyak masukan dari peserta. Secara umum, para dosen di setiap perguruan  tinggi menemukan persoalan sama yang dihadapi oleh setiap mahasiswa.

Pada bagian akhir, Saiful Mahdi juga menunjukan hasil kerja mahasiswa pada mata WIKI yang telah dijalankan di Universitas Syiah Kuala, terutama pada Prodi Statistik di Fakultas MIPA.

Peserta Lokakarya WIKI di ICAIOS, Aceh

Lokakarya Belajar Cara Belajar itu juga mendapat masukan dari peserta pada rencana pengembangan kurikulum ke depannya, seperti bagaimana mahasiswa mendapat banyak informasi untuk beasiswa, kemampuan menulis karya ilmiah popular, berfikir kreatif, dan mengelola manajemen waktu dan pengendalian stress pada mahasiswa.

Di akhir sesi, beberapa rencana rekomendasi juga disampaikan oleh para peserta bagi tersebarnya kuliah WIKI pada beberapa kampus,  di antaranya terbentuknya komunitas dosen dan tenaga pengajar yang konsen pada pengembangan WIKI di Aceh.

Beberapa utusan dosen yang hadir antara lain dari Unsyiah, UIN Ar-Raniry, STKIP Getsempena, Universitas Jaba Ghafur, Serambi Mekkah, Universitas Malikussaleh, Universtas Teuku Umar, Universitas Serambi Mekah, dan Politeknik Aceh. []