IAEI Aceh Gelar Workshop Pembinaan UMKM Daerah

UMKM diharapkan dapat menjadi ujung tombak dalam meningkatkan perekonomian Aceh melalui inovasi dan digitalisasi pemasaran
Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Wilayah Aceh menggelar workshop pembinaan UMKM Daerah di Hotel Kyriad Muraya, Jumat, (25/11/2022). Foto ACEHSATU.COM

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Wilayah Aceh bekerja sama dengan IAEI Pusat menggelar kegiatan workshop pembinaan UMKM Daerah yang diselenggarakan di Hotel Kyriad Muraya, Jumat, (25/11/2022)

Workshop yang dihadiri oleh lebih dari 50 peserta pelaku UMKM di kota Banda Aceh maupun Aceh Besar ini diharapkan dapat menjadi ujung tombak dalam meningkatkan perekonomian Aceh melalui inovasi dan digitalisasi pemasaran.

Ketua IAEI wilayah Aceh Prof. Dr. Nazaruddin AW, MA dalam sambutannya memberikan tiga pesan kepada pelaku UMKM.

Pertama, beliau mengharapkan pelaku UMKM memberikan integritasnya agar UMKM Aceh mampu melahirkan produk-produk yang inovatif dan dapat bersaing dalam pasar global.

Kedua, mengharapkan agar para pelaku UMKM melakukan pemasaran secara baik dan optimal dengan memanfaatkan digitalisasi teknologi.

Terakhir, agar para pelaku UMKM melakukan pendidikan dan kaderisasi kepada masyarakat agar dapat melahirkan pelaku-pelaku UMKM yang baru.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Sekretaris Eksekutif IAEI, Wahyu Jatmiko, Ph.D. Dalam sambutannya, sejalan dengan Prof. Dr. Nazaruddin, Wahyu Jatmiko juga menekankan bagi para pelaku UMKM untuk melek teknologi agar memperoleh pangsa pasar yang besar.

Wahyu Jatmiko menyampaikan bahwa UMKM adalah tulang belakang (back bone) perekonomian. Terbukti menurut data BPS, UMKM mampu menyerap 97 persen tenaga kerja.

Acara workshop ini dibuka oleh Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Aceh yang diwakili oleh Kabid Pegawasan dan Pemeriksaan, Aswad, S.Hut, MAP.

Dalam sambutannya, Aswad mengharapkan para pelaku UMKM dapat menjadi pemain utama dalam meningkatkan perekonomian Aceh. Apalagi akan ada even Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh dan Sumut pada tahun 2024 mendatang.

Aswad juga berpesan yang sama, agar pelaku UMKM untuk selalu melakukan inovasi produk dan memanfaatkan teknologi sebagai media promosi.

Workshop pelatihan UMKM ini disampaikan oleh Dr. Rambat Lupiyoadi, S.E., M.E. dengan tema “Pengembangan Model Bisnis UMKM”.

Rambat menekankan pelaku UMKM agar selalu bersemangat dalam membangun bisnisnya. Di samping itu para pengusaha Muslim harus mengetahui akad-akad dalam bisnis. Misalnya ketika melakukan kerja sama bisnis, agar tidak jatuh pada riba dan hal-hal lain yang dilarang agama.

Materi berlangsung dialogis berkaitan dengan adopsi digital dalam bisnis, menjaga arus kas (cash flow), membangun pelanggan dan lain-lain.

Dalam kegiatan ini juga turut dipamerkan produk-produk UMKM lokal di Aceh, seperti kue bawang, bakpia, kopi, kerajinan tangan dan lain-lain.

Acara workshop UMKM ini merupakan bagian dari Roadshow Workshop Series IAEI.

Melalui workshop pembinaan UMKM ini, produk para pelaku UMKM di daerah Aceh diharapkan dapat bersaing dengan produk dari daerah lainnya bahkan hingga di tingkat global.

Tentunya melalui inovasi-inovasi dan pemanfaatan teknologi sebagai strategi pemasaran.

Kemajuan UMKM Aceh adalah pendongkrak perekonomian provinsi Aceh karena dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat. []