Hina Polri dan Ancam Injak Bendera Merah Putih, Warga Aceh Selatan Ditangkap

Pemuda 20 tahun yang juga bekerja melaut itu juga mengatakan akan menginjak-injak bendera Merah Putih.
Hina Polri dan Injak Bendera Merah Putih
Ilustrasi. Kabid Humas Polda Aceh mengonfirmasi seorang nelayan di Aceh Selatan berinisial MU ditangkap karena video TikTok menghina Polri dan Merah Putih. (Istockphoto/D-Keine

ACEHSATU.COM | ACEH SELATAN – Warga Aceh Selatan ditangkap karena menghina institusi kepolisian viral di media sosial (medsos).

Pemuda 20 tahun yang juga bekerja melaut itu juga mengatakan akan menginjak-injak bendera Merah Putih.

Video itu lantas viral di medsos.

Berdasarkan video yang beredar, pria tersebut tampak berada di sebuah kapal yang melaju di perairan. Dia tampak mengenakan hoodie dan topi.

Di belakang sebelah kiri, tampak bendera Merah Putih. Dalam video pendek tersebut, pria itu mencaci maki polisi menggunakan kata-kata kotor.

Pria tersebut telah dicokok polisi. Nelayan tersebut dijerat pasal berlapis.

“Memang benar pelaku sudah ditangkap oleh Sat Reskrim Polres Aceh Selatan,” kata Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Winardy, saat dimintai konfirmasi, Rabu (15/9/2021).

Hina Polri dan Injak Bendera Merah Putih
Pria tersebut telah dicokok polisi. Nelayan tersebut dijerat pasal berlapis. (dok Istimewa)

“(Pelaku) yang memposting di medsos TikTok yang berisikan penghinaan terhadap institusi polisi dan bendera Merah Putih,” ucap dia.

Dia menjelaskan pengungkapan kasus tersebut bermula dari Patroli Siber Sat Reskrim Polres Aceh Selatan pada Selasa (14/9) sekitar pukul 13.30 WIB. Polisi menemukan video di akun medsos TikTok @agas859.

Pelaku berinisial MU (20) itu diketahui sebagai warga Gampong Meuligo, Kecamatan Sawang, Aceh Selatan. Dia ditangkap pada Selasa (14/9) sekitar pukul 22.00 WIB.

“Kemudian yang bersangkutan dibawa ke Polres Aceh Selatan guna penyidikan lebih lanjut,” ungkapnya.

Polisi menyita bendera Merah Putih dan sebuah ponsel terkait video viral tersebut. MU dijerat pasal berlapis.

“UU yang dikenakan adalah UU tentang Bendera, KUHP, dan UU ITE,” ungkapnya. (*)