Hilal 1 Ramadhan 1442 Hijriah tidak terlihat di Aceh

Kanwil Kemenag Aceh menyatakan hilal penetapan 1 Ramadhan 1442 Hijriah tidak terlihat di Aceh berdasarkan hasil pemantauan di Observatorium Tgk Chiek Kuta Karang Lhoknga Kabupaten Aceh Besar serta sejumlah daerah lainnya akibat cuaca mendung.
Hilal 1 Ramadhan 1442 Hijriah
Tim pemantau hilal Kemenag Aceh saat melakukan pemantauan menggunakan teleskop, di Aceh Besar, Senin (12/4/2021) (ANTARA/Rahmat Fajri)

Hilal 1 Ramadhan 1442 Hijriah tidak terlihat di Aceh

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH  – Kanwil Kemenag Aceh menyatakan hilal penetapan 1 Ramadhan 1442 Hijriah tidak terlihat di Aceh berdasarkan hasil pemantauan di Observatorium Tgk Chiek Kuta Karang Lhoknga Kabupaten Aceh Besar serta sejumlah daerah lainnya akibat cuaca mendung.

“Dari pemantauan kita di Aceh hilal tidak terlihat karena mendung, berawan, baik dari lokasi Tgk Chik Kuta Karang Aceh Besar ini maupun dari daerah lainnya,” kata Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Aceh Amiruddin di Aceh Besar, Senin(12/4/2021).

Amiruddin menjelaskan, berdasarkan pantauan di auditorium hilal Tgk Chiek Kuta Karang, ketinggian hilal 3,56 derjat di atas ufuk. Sementara untuk posisi hilal berada pada 276,68 derjat dari utara searah jarum jam dengan lama hilal 17 menit.

Hilal 1 Ramadhan 1442 Hijriah
Tim pemantau hilal Kemenag Aceh saat melakukan pemantauan menggunakan teleskop, di Aceh Besar, Senin (12/4/2021) (ANTARA/Rahmat Fajri)

Meski hilal tidak terlihat, kata Amiruddin, Kemenag Aceh tetap melaporkan hasil tersebut kepada tim pemantauan hilal Kemenag RI di Jakarta, sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat yang dipimpin oleh Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas.

“Untuk penetapan 1 Ramadhan 1442 Hijriah kita masih menunggu pengumuman dari Menteri Agama,” ujar Amiruddin.

Untuk mencegah penyebaran COVID-19, Kemenag Aceh membatasi pengunjung pada pemantauan tersebut, serta terlaksana dengan penerapan protokol kesehatan (Prokes).

Terdapat tujuh lokasi pemantauan hilal di Aceh, diantaranya Observatorium Tgk Chik Kuta Karang Aceh Besar,  Bukit Poly Komplek Perta Aron, Lhokseumawe.

Kemudian, di Gunung Cring Cran Aceh Jaya, Pantai Suak Geudeubang Aceh Barat, Pantai Lhok Keutapang Aceh Selatan, Pantai Teluk Dalam Simeulue, dan Tugu “KM. 0” Indonesia Kota Sabang. (*)