Hibah Aset Akademi Keperawatan Kepada UIN Ar-Raniry Dibatalkan Gebernur Aceh Nova Iriansyah

Hibah Aset Akademi Keperawatan Kepada UIN Ar-Raniry Dibatalkan Gebernur Aceh Nova Iriansyah Sepihak. Acara dan kegiatan penyerahan hibah aset Akademi Keperawatan Cut Nyak Dhien dan Akademi Farmasi milik Pemerintah Aceh kepada kampus UIN Ar-Raniry Banda Aceh, padahal acara telah dipersiapkan.
Hibah Aset Akademi Keperawatan Kepada UIN Ar-Raniry
Hibah Aset Akademi Keperawatan Kepada UIN Ar-Raniry Dibatalkan Gebernur Aceh Nova Iriansyah Sepihak. Wakil Rektor I UIN Ar-Raniry Banda Aceh Dr Gunawan Adnan (tengah) saat memberikan keterangannya

ACEHSATU.COM | Banda Aceh – Hibah Aset Akademi Keperawatan Kepada UIN Ar-Raniry Dibatalkan Gebernur Aceh Nova Iriansyah Sepihak. Acara dan kegiatan penyerahan hibah aset Akademi Keperawatan Cut Nyak Dhien dan Akademi Farmasi milik Pemerintah Aceh kepada kampus UIN Ar-Raniry Banda Aceh, padahal acara telah dipersiapkan.

“Saya pikir demikian (pembatalan sepihak), karena yang kasih tanggal acara juga Gubernur,” kata Wakil Rektor I UIN Ar-Raniry Dr Gunawan Adnan, di Banda Aceh, Kamis.

Gunawan mengatakan, Gubernur Aceh membatalkan penyerahan tersebut karena alasan belum lengkapnya persyaratan.

Padahal, kata dia, UIN telah melengkapinya, serta sudah berkoordinasi secara melekat dengan pihak BPKA Aceh, dan dinyatakan lengkap berkas.

Tetapi, kata Gunawan, tiba-tiba diberitahukan bahwa ada salah satu surat yang belum dilengkapi. Padahal sebenarnya surat sudah dibuat, hanya saja ditandatangani Rektor UIN dan bukan Sekjend Kemenag.

“Kalau ini dari awal dikasih tahu tentu kita akan bisa penuhi. Tapi kalau semalam, kecuali kita jadi malaikat, jadi tuhan baru bisa kita selesaikan, kun fayakun,” ujarnya.

Gunawan menyampaikan, pelaksanaan kegiatan serah terima hari ini sebelumnya juga sesuai arahan Gubernur Aceh.

“Saya mohon arahan kapan tanggalnya. Beliau katakan tanggal 27 Januari. Maka begitu hari ini beliau bilang melalui stafnya tidak ada agenda,” katanya.

Meski demikian, lanjut Gunawan, mereka tidak mempersoalkan hal ini demi kebaikan bersama, dan mundur selangkah dengan segera mempersiapkan berkas dalam tiga hari ke depan.

“Kita akan berkomunikasi lagi dengan pihak Pemda untuk kemudian ini bisa diteken, dan aset ini bisa secara resmi dan inkrah diserahkan kepada UIN Ar-Raniry,” demikian Gunawan.

Amatan Antara, setelah Gubernur Aceh membatalkan kegiatan penyerahan aset di bekas kampus Akper Cut Nyak Dhien tersebut, acara dibubarkan.

Di lokasi, puluhan papan bunga juga sudah terpasang berjejer di sepanjang jalan kawasan Rukoh Darussalam itu.

Baca Juga: Gubernur Aceh: Pakta Integritas adalah Bentuk Komitmen dan Janji Pengemban Amanah

Seperti yang di ketahui bahwa Tiga akademi kesehatan milik Pemerintah Aceh yang ditutup, yakni Akademi Keperawatan Tjoet Nyak Dhien, Akademi Analisis Kesehatan Aceh, dan Akademi Farmasi Aceh semenjak 2016.

Ketiga akademi kesehatan tersebut ditutup karena menurut Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 melarang pendidikan tinggi di bawah Naungan Pemerintah Daerah.

Sehingga Aset yang di miliki oleh Ketika kampus tersebut terbang kalai Namun kebijakan yang di ambil beberpa waktu yang lalu Aset tersebut akan di Hibah ke UIN Ar-Raniry.

Tepat nya hari ini acara penyerahan aset tersebut di batalkan karena tidak mencukupi persyaratan yang berlaku.