HEBOH! Pengakuan Pendemo Tolak Habib Rizieq Dibayar Rp 100 Ribu Viral di Medsos

Demo tolak Habib Rizieq di Banda Aceh berlangsung Rabu (16/12/2020). Aksi itu kandas karena dibubarkan oleh mahasiswa dan sejumlah masyarakat.
Demo Tolak Habib Rizieq di Aceh
Dok. Acehsatu.com

Demo Tolak Habib Rizieq di Banda Aceh

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Demo tolak Habib Rizieq di Banda Aceh berlangsung Rabu (16/12/2020). Aksi itu kandas karena dibubarkan oleh mahasiswa dan sejumlah masyarakat.

Namun pascademo, muncul sebuah screenshot percakapan (chatting) via WhatsApp yang mengungkap adanya indikasi para pendemo tersebut dibayar.

Postingan yang viral di linimasa media sosial Facebook, Whatsapp, dan Twitter ini menampilkan baju almamater mahasiswa berwarna merah.

Si pendemo mengaku awalnya diberitahu bahwa aksi dilakukan untuk pembebasan Habib Rizieq.

Namun saat beraksi, ternyata si pendemo tersebut merasa tertipu setelah mengetahui tulisan menolak Habib Rizieq di spanduk.

Ia juga mengaku dibayar Rp 100 ribe.

“Padip ibayeu?” tulis di penanya.

“100 ribe wate lheuh demo,” jawab si pendemo tersebut.

Pendemo Tolak Habib Rizieq Dibayar
Tangkapan layar facebook.

Namun, hingga berita ini diturunkan belum diketahui keabsahan dari percakapan tersebut.

Sebelumnya diberitakan, aksi tolak Habib Rizieq di Aceh dibubarkan masyarakat dan mahasiswa.

Hal itu terjadi saat aksi demonstrasi di Simpang 5 Banda Aceh, Rabu (16/12/2020), yang dilakukan oleh sejumlah orang yang berseragam mahasiswa.

Peserta melakukan aksi dengan membawa poster HRS dengan tulisan ”Kedatangan RS hanya mendatangkan malapetaka, Korban jiwa, Kerusuhan, dan Menyusahkan Umat Islam“.

Di lokasi peserta aksi membawa berbagai macam tulisan salah satu nya dengan narasi ” Menolak Rizieq Shihab di Bumoe Seramoe Mekkah “, ada beberapa narasi lain lagi yang intinya peserta demonstrasi menolak HRS di Aceh.

Peserta Aksi Langgar Prokes

Namun yang anehnya peserta demonstrasi yang mengikuti aksi mengatasnamakan mahasiswa tersebut memakai almamater tanpa ada logo kampus, hanya logo bendera merah putih.

Kemudian peserta yang mengikuti aksi ada dari kalangan emak-emak dan juga kalangan anak kecil.

Peserta aksi pun tidak mengikuti protokol kesehatan (Prokes) secara penuh seperti menjaga jarak. Peserta aksi juga mengikutkan kalangan emak-emak dan juga anak kecil.

Aksi kemudian bubar setelah datang sekelompok masyarakat dan mahasiswa yang marah dan meminta para demonstran bubar.

Pasalnya, ketika orasi berlangsung para demonstran membakar foto HRS di tempat aksi yaitu Simpang 5 Banda Aceh.

Polisi ikut menjaga demonstrasi tersebut sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang ada. (*)