Heboh Goodie Bag yang Dibirukan, Ternyata Ini Rekanan Pelaksananya

Heboh Goodie Bag yang Dibirukan, Ternyata Ini Rekanan Pelaksananya

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Warga Aceh tentu masih belum lupa dengan polemik karung dan tas (goodie bag) bantuan Pemerintah Aceh bagi warga terdampak kebijakan penanganan pandemi COVID-19 atau virus corona.

Pengadaan tas dan karung, yang kemudian digunakan sebagai wadah atau pembungkus beras dan sejumlah bahan pokok bantuan Pemerintah Aceh, dilakukan Dinas Sosial Aceh pada sekitar April lalu.

Namun yang bikin heboh, lambang Pancacita pada goodie bag bantuan pemerintah Aceh menggunakan warna latar biru.

Banyak warga yang kemudian menyindir kebijakan pengadaan itu. Beragam komentar pedas meluncur melalui media sosial.

Tidak hanya soal warna, pengadaan tas yang anggarannya mencapai Rp1,2 miliar justeru dianggap sebagai pemborosan. Apalagi dalam situasi sulit yang dialami masyarakat akibat kebijakan pembatasan sosial.

Lepas dari polemik warna, berdasarkan penelusuran ACEHSATU.com, diketahui harga pengadaan per satu goodie bag, oleh Dinas Sosial, dianggarkan sebesar Rp 20 ribu dengan menunjuk CV Royal Muda Berjaya sebagai pelaksananya.

Hampir tak ada informasi yang berhasil dikumpulkan terkait perusahaan tersebut, selain nama dan domisilinya yaitu di Banda Aceh. Tapi yang pasti, perusahaan itu telah secara resmi ditunjuk sebagai pelaksanaa pengadaan tas atau goodie bag yang jumlahnya mencapai 60.000 buah.

Informasi pelaksana pengadaan goodie bag ini dibenarkan oleh Forum Anti-Korupsi dan Transparansi Anggaran (FAKTA).

“Iya benar, dari informasi yang kami dapat dari salah satu pejabat di Dinas Sosial Aceh, CV Royal Muda Berjaya telah ditunjuk sebagai pelaksana pengadaan tas bantuan itu,” ujar Koordinator FAKTA, Indra P Keumala, Kamis (28/5/2020).

Terkait realisasinya, pihak FAKTA mengaku belum mengetahui secara detail, selain informasi yang menyebut bahwa pengadaan atau pembelian goodie bag oleh perusahaan itu dilakukan di Jakarta.

“Kami masih dalam tahap klarifikasi, sekaligus mencari harga perbandingannya. Tidak hanya untuk tas dan karung, tetapi pengadaan bahan pokok yang masih satu paket dengan program bansos Pemerintah Aceh,” tandasnya. (*)