Harga TBS Sawit di Wilayah Aceh Timur Mulai Meningkat 100 Rupiah per Kilogram

"Tidak tertutup kemungkinan harga sawit akan terus mengalami kenaikan hingga tembus Rp2.700 per kilogram. Harga sawit mengikuti harga beli luar negeri,"
Harga TBS di Aceh
Ilustrasi - Pembeli menimbang buah kelapa sawit di salah satu tempat pengepul kelapa sawit di Desa Dama Pulo Sa, Kecamatan Darul Aman, Aceh Timur, Aceh, Kamis (25/8). Sejak sepekan terakhir harga kelapa sawit di kawasan tersebut mulai naik dari Rp900 per kilogram menjadi Rp1.050 per kilogram. (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/kye/16.)

ACEHSATU.COM | Aceh Timur – Harga TBS sawit di Wilayah Aceh Timur mulai Meningkat 100 rupiah per kilogram.

Setelah berlaku pencabutan larangan ekspor minyak sawit mentah atau (CPO) Harga jual tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Aceh Timur mulai naik dari sebelumnya Rp1.700 menjadi Rp1.800 per kilogram kalkulasi naik sebesar 100 rupiah.

“Hari ini, harga TBS sawit Rp1.800 per kilogram, kemarin Rp1.700 per kilogram. Harga perlahan naik, kendati harga belum seperti sebelumnya di atas Rp2.000,” kata Husaini, agen pengumpul TBS sawit di Aceh Timur, Rabu.

Menurut Husaini, harga TBS sawit perlahan naik seiring dibukanya kembali kran ekspor minyak goreng dan crude palm oil (CPO). Harga TBS sawit sempat anjlok saat larangan ekspor CPO dan minyak goreng.

“Tidak tertutup kemungkinan harga sawit akan terus mengalami kenaikan hingga tembus Rp2.700 per kilogram. Harga sawit mengikuti harga beli luar negeri,” kata Husaini. 

Husaini berterima kasih kepada Presiden RI Joko Widodo atas dibukanya kembali ekspor minyak goreng dan CPO. Kebijakan tersebut berpengaruh kepada harga dalam negeri dan memulihkan ekonomi masyarakat, terutama petani sawit.

“Larangan ekspor CPO dan minyak goreng membuat penghasilan kami yang ketergantungan kepada sawit menurun. Dengan adanya kebijakan ini, tentunya secara perlahan dapat meningkatkan kembali kesejahteraan para petani kelapa sawit,” kata Husaini. 

Senada juga diungkapkan M Riski, petani sawit di Kabupaten Aceh Timur. Dirinya mengapresiasi Presiden RI Joko Widodo yang kembali mengizinkan ekspor CPO dan minyak goreng, sehingga berdampak membaiknya harga sawit di tingkat petani.

“Mudah-mudahan dengan dibukanya kembali ekspor CPO, dapat memberikan peningkatan perekonomian baik kami para petani sawit, negara dan khususnya Kabupaten Aceh Timur,” kata M Riski.