oleh

Harga Gas LPG 3 Kg tak Stabil, Masyarakat Demo Pemkab Aceh Timur

-Aceh Timur-65 views

ACEHSATU.COM | ACEH TIMUR  – Puluhan ibu rumah tangga yang terdiri dari KIRAB (Koalasi Rakyat Bergerak) melakukan ujuk rasa di depan Kantor Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Aceh Timur. Mareka mendesak Pemda segara menurunkan harga Gas LPG 3 kilogram. Senin (7/1/2019).

Mareka dengan membawa beragam poster bertuliskan: “Pak Bupati dan Pak Kapolres Aceh Timur, Tolong Stabilkan Harga dan Stock Gas Elpiji Menyengsarakan Masyarakat”. Mereka mendesak untuk bertemu dengan Bupati Aceh Timur, H. Hasballas M Taib, S.H.

Salah seorang pendemo Tgk. Nasaruddin dalam orasi menyampaikan, “Saya mewakili ibu-ibu di sini atas kelangkaan serta kenaikan harga gas elpiji bersubsidi, menurut kami kelangkaan ini karena ada oknum yang ingin mencari keuntungan pribadi dengan menjual di atas harga pasar”.

“Kami menyampaikan aspirasi karena kami banyak temui kecurangan dari para pangkalan/agen elpiji. Contoh ketika kami membeli gas elpiji bersubsidi, disampaikan agen bahwa gas elpiji habis, tapi ketika datang orang lain dengan menggunakan mobil tiba-tiba gas elpiji sudah ada dan mereka membeli bukan 1 tabung tapi 1 mobil,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Ibu Siti, seorang ibu rumah tangga juga menyampaikan, “Kami sebagai warga tidak mampu sangat susah bila harga elpiji bersubsidi harganya tinggi, di samping itu kami mengalami kendala ketika membeli di pangkalan/Agen dengan harga Rp. 30.000/tabung sampai dengan Rp. 40.000/tabung”.

“Kami juga ingin menanyakan kepada bapak Kadis Perdagangan apakah harus pakai Kartu Miskin  atau Kartu Keluarga ( KK) untuk setiap pembelian elpiji bersubsidi di setiap pangkalan/agen?” tanyanya.

Sementara itu Kadis Perdagangan,  Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Iskandar, SH mengatakan, “Harga elpiji bersubsidi Rp. 18.000, bila ada agen/pangkalan yang menjual di atas Rp. 18.000, misalnya Rp. 25.000 hal tersebut bisa dilakukan  tapi untuk  wilayah Kec. Simpang Jernih dan Kec. Serbajadi dengan alasan biaya  transport yang mahal,” katanya.

Iskandar juga akan merekomendasikan untuk mencabut izin usaha bagi pangkalan-pangkalan yang nakal yang menjual  gas di atas harga Het.

“Kita dan pihak kepolisian  akan tindaklanjuti terkait laporan masyarakat ini, untuk memproses pihak pangkalan atau agen yang bermain dan apabila ada pangkalan yang tidak memasang harganya laporkan kepada saya, atau bisa laporkan ke kotak pengaduan,” ujar Iskandar. (*)

Komentar

Indeks Berita