oleh

Haji Uma Minta Pemerintah Aceh, Antisipasi Inflasi Dampak Covid-19 dan Peredaran Uang Palsu Jelang Idul Fitri

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – H. Sudirman atau yang lebih akrab disapa Haji Uma anggota DPD RI asal Aceh mengingatkan Pemerintah Aceh untuk melakukan langkah antisipasi terjadi inflasi atau kenaikan harga barang selama Covid-19 dan menjelang bulan ramadhan 1441 H.

Pernyataan tersebut disampaikan Haji Uma setelah pertemuannya dengan pimpinan Bank Indonesia Perwakilan Aceh di Banda Aceh, Rabu (08/04/2020) terkait pengawasan tingkat inflasi di daerah selama wabah Covid-19 dan potensi peredaran uang palsu menjelang idul fitri 1441 H.

Kekhawatirannya terhadap naiknya inflasi yang signifikan cukup beralasan, mengingat periode bulan Januari-Maret 2020 sudah mencapat 1,7% padahal baru 3 bulan berjalan, sementara tahun 2019 dari bulan Januari- Desember hanya 1,6% dan mampu mengalahkan tingkat inflasi Nasional. Hal ini tidak terlepas dari dampak wabah virus corona 19 yang sedang melanda Indonesia dan dunia.


Foto : Muhammad Furqan
Ket : Anggota DPD RI H Sudirman (Haji Uma) saat melakukan pertemuan dengan Bank Indonesia di Banda Aceh, Kamis (08/04/2020).

“Jika pemerintah Aceh tidak fokus, maka dapat dipastikan inflasi akan terus naik mengingat Aceh termasuk salah satu Provinsi di Indonesia yang sedang dilanda wabah Covid-19” ungkap Haji Uma.

Haji Uma menambahkan selain disebabkan oleh wabah Covid-19, peningkatan inflasi akan terus terjadi mengingat masyarakat Aceh sebentar lagi akan menyambut bulan suci ramadhan dan Idul Fitri 1441 H.

“Kita berharap Pemerintah Aceh untuk mempersiapkan strategi dan mengganding Bank Indonesia untuk mengatasi peningkatan inflasi yang signifikan di Aceh” terang Haji Uma lagi

Selain itu kepala Bank Indonesia perwakilan Aceh Z. Arifin Lubis mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan pemetaan terhadap barang-barang kebutuhan pokok masyarakat yang dapat menyebabkan inflasi jelang ramdhan 1441 H.

Selanjutnya Arifin Lubis mengharapkan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang diketuai oleh Gubernur Aceh harus bersinergi mengendalikan inflasi, diantaranya melakukan operasi pasar untuk komunitas barang-barang yang stoknya kurang di pasar, melakukan inspeksi ke pusat-pusat perdagangan untuk memastikan ketersediaan barang pada distributor termasuk Bulog dan pihak terkait yang tergabung dalam TPID dapat meningkatkan perannya masing-masing, misalnya Polda Aceh mencegas penimbunan barang kebutuhan pokok.

“Strategi jangka pajang dapat dilakukan Pemerintah Aceh dengan memperkuat kluster bahan pangan untuk membebaskan Aceh dari ketergantungan pada wilayah lain sehingga hulu hilir terintegrasi” ungkap Arifin Lubis

Arifin mencontohkan walaupun selama ini Aceh menghasilkan padi 2 juta ton lebih pertahun namun kontrolnya dipegang oleh daerah lain, sehingga Aceh yang hanya membutuhkan 600.000 ton pertahun harus membeli dari daerah lain. (*)

Indeks Berita