Haji Uma Bantu Proses 42 TKI asal Aceh dari Malaysia yang Dikarantina di Medan, 4 Diantaranya Wanita Hamil

ACEHSATU.COM | LHOKSEUMAWE – Sebanyak 42 orang TKI asal Aceh di Malaysia yang pulang secara mandiri melalui Bandara Kualanamu, Medan, Jum’at (12/06/2020) kemarin. Menjalani karantina di Lubuk Pakam, Sumatera Utara, 4 diantaranya wanita hamil.

Yang awalnya di bantu komunikasikan oleh Abusaba untuk bisa terhubung dengan Haji Uma. Para TKI tersebut melaporkan keluh kesah mereka di tempat karantina kepada Anggota DPD RI asal Aceh H Sudirman (Haji Uma) meminta untuk segera bisa pulang.

Reza Fahlefi salah satu yang sedang menjalani karantina di Lubuk Pakam tersebut mengatakan, bahwa mereka tidak nyaman berada tempat karantina tersebut.

“Kami tidak nyaman disini, karena kami satu kamar tidur disini 20 sampai 25 orang dicampur dengan orang daerah lain dan juga makanan pas pasan serta alat mandi juga tidak diberikan,” Kata Reza Fahlefi kepada Haji Uma.

Lanjutnya, “Kami ingin pulang aja dan menjalani karantina mandiri saja dirumah, apa lagi disini ada 4 orang wanita hamil, ada yang sudah hamil berusia 7 bulan dan 7,5 bulan, kasian mereka yang perlu nutrisi dan buah-buahan untuk kesehatan bayinya, ” Jelas Reza Fahlefi.

Mereka meminta kepada Haji Uma untuk segera bisa membantu proses agar bisa cepat bisa pulang ke daerahnya masing-masing.

Menanggapi hal tersebut kemudian Haji Uma, Minggu (14/06/2020) menghubungi Penetapan Kabid Ditnaker Penetapan Provinsi Sumatera Utara Gharuddin yang juga selalu koordinator yang menangani TKI tersebut.

“Saya sudah berkoordinasi tadi dengan Koordinator yang menangani TKI tersebut, mereka mengatakan bahwa kurang lebih 42 TKI asal Aceh tersebut harus menjalani karantina dulu, dikarenakan mereka tidak mengantongi surat keterangan bebas Covid-19 saat turun pesawat jumat (12/06) kemarin di Bandara Kualanamu, Medan,” Kata Haji Uma.

Lanjutnya, ” Mereka harus menjalani tes Covid-19 di tempat karantina di Lubuk Pakam, Sumatera Utara sesuai dengan protokoler kesehatan dan alhamdulillah sudah menjani tes tinggal tunggu keluar hasil tes tersebut, ketika sudah keluar hasil tes tersebut mereka sudah bisa dipulangkan,” Jelas Haji Uma setelah berkoordinasi dengan pihak Ditnaker Sumut.

Pihak Ditnaker Sumut juga mengatakan mereka selama di tempat karantina disediakan kebutuhan mereka sesuai dengan aturan, terkait tidak diberikan alat mandi kepada TKI, ini akan kita tindak lanjuti kembali di tempat karantina, katanya kepada Haji Uma.

Haji Uma juga mengatakan akan terus memantau kondisi mereka, Apalagi ada 4 orang wanita yang sedang hamil di tempat karantina tersebut.

“Terkait pemulangan mereka nantinya juga sedang kita koordinasi, dikarenakan mereka pulang secara mandiri bukan TKI yang dideportasi, maka tidak disediakan biaya oleh pemerintah untuk pemulangan mereka ke daerah masing-masing, ” Ungkap Haji Uma. (*)