ACEHSATU.COM | LHOKSEUMAWE – Irwan (27) yang menderita penyakit tumor ganas warga Punteut, Desa Rayeuk Kareung, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, layangkan surat permohonan bantuan dan menfasilitasi pasien untuk proses pengobatan di rumah sakit kepada anggota DPD RI asal Aceh H Sudirman atau Haji Uma. Senin (18/11/2019).

Susi Yanti adik dari pada irwan menceritakan awalnya abangnya sakit lambung setelah itu dibawa kerumah sakit Cut Mutia Lhokseumawe kemudian irwansyah dirujuk kerumah sakit Zainal Abidin Banda Aceh.

“Setelah itu kami baru mengetahui bahwa dia menderita penyakit tumor ganas, setelah dirawat sekitar 15 hari di RSUD Zainal Abidin kemudian dokter mengatakan kepada kami bahwa abang saya harus di operasi,” Kata Susi Yanti.

Namun pihak keluarga pasien menolak untuk dioperasi dengan alasan keluarga tidak ada lagi biaya pendamping pasien selama dirumah sakit dan akhirnya pasien dipulangkan kerumah. Semenjak Irwan dipulangkan dari rumah sakit, pasien mulai tidak membaik dan terus merasakan kesakitan akibat tidak adanya obat dan perawatan yang intensif.

“Setelah itu kami kembali membawa Irwan kerumah sakit Cut Mutia untuk dirawat,” Ungkap Adek pasien.

Sementara itu Anggota DPD RI asal Aceh H Sudirman atau Haji Uma menanggapi surat yang dilayangkan oleh keluarga kepadanya, Haji Uma langsung perintahkan Stafnya yaitu Hamdani serta didampingi oleh Safrizal (Toke Dan) untuk menjumpai dan melihat kondisi pasien.

“Alhamdulillah staf saya sudah menjumpai pasien dan juga keluarganya tadi, insya allah akan kita fasilitasi pasien tersebut dan juga akan kita tanggung biaya pendampingan pasien selama dirumah sakit. Apabila dirujuk ke rumah sakit Zainal Abidin Banda Aceh, kalau memang perlu ke jakarta, disini akan kita fasilitasi dan juga akan kita tanggung biaya hidup di jakarta dan disini nantik akan kita persiapkan rumah singgah,” Kata Haji Uma.

Haji Uma juga mengatakan, “Untuk sementara kita terus melakukan pengawasan terhadap proses pengobatan pasien yang sedang dirawat dirumah sakit Cut Mutia Lhokseumawe. Kita juga meminta kepada pihak rumah sakit untuk melakukan upaya secepatnya sehingga tidak terbentur dengan proses yang berjenjang dalam penangnganan,” Tutup Haji Uma (*)