Hadirkan Uji Rapid Tes, Bupati Tamiang Tegaskan Perketat Pos Perbatasan.

Hadirkan Uji Rapid Tes, Bupati Tamiang Tegaskan Perketat Pos Perbatasan.

ACEHSATU.COM [ ACEHTAMIANG – Bupati Aceh Tamiang, Mursil tegaskan akan memperketat penjagaan pos chek poin di perbatasan Aceh dan Sumatera Utara di Semadam, Kecamatan Kejuruan Muda, Aceh Tamiang dengan menghadirkan pemeriksaan rapid tes.

Hal ini di ungkapkan Bupati Aceh Tamiang, Mursil saat melakukan konferensi pers menepis isu pungli di pos perbatasan  bersama Kapolres Aceh Tamiang, Ari Lasta Irawan dan Dandim 0117/Atam¸ Letkol Inf Deki Rayusyah Putra di aula Kantor Bupati setempat. Kamis (4/6/2020).

Menurut Bupati, konferensi pers bersama ini perlu dilakukan untuk mengklarifikasi postigan hoak di media sosial yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya terkait pungutan liar yang dilakukan personil pos check poin perbatasan.

Bupati mengaku sangat tidak nyaman dengan isu itu,  untuk itu ia akan lebih memperketat lagi penjagaan di pos perbatasan terkait orang masuk ke Aceh, untuk itu ia akan menghadirkan pemeriksaan rapid tes untuk warga yang suhu tubuhnya diatas 37 derajat.

“Kita ada stok rapid tes sekitar 500 unit  yang sudah digunakan untuk pemeriksaan rapid tes gratsi di SKB sebanyak 100 unit. Sebagian nati kita bawa ke  pos chek poin perbatasan dan pemeriksaan ini gratis, jika kurang kita minta lagi ke Dinas Kesehatan Aceh,” ujarnya.

Menurut Bupati, ia tidak melarang orang masuk ke Aceh namun mereka harus bebas dari Covid -19. Di pos perbatasan Aceh ini yang kita jaga Aceh keseluruhan karena jumlah orang yang masuk dari pintu perbatasan Aceh dan Langkat, Sumatera Utara lebih banyak dibandingkan pintu masuk Aceh yang lain.

“Aceh zona hijau jadi harus kita jaga agar jangan warga Aceh di kota/kabupaten lain di Aceh terpapar virus yang belum memiliki obatnya ini,” demikian Bupati Aceh Tamiang, Mursil.

Sebelumnya, warga yang tidak memenuhi syarat kesehatan di tolak masuk ke Aceh yang saat ini zona hijau melakukan berbagai upaya agar dapat pulang ke kampung.

Mereka masuk lewat jalur tikus yang menghubungkan jalur di Kecamatan Besitang, Langkat dengan jalan menuju Kampung Mentawak, Kecamatan Kejuruan Muda, Aceh Tamiang menggunakan RBT atau ojek,

“Kita sudah deteksi jalur tikus di daerah Langkat dan sudah kita kordinasikan dengan Kapolres Langkat untuk menertibkan ojek yang membawa penumpang dari angkutan umum masuk ke Aceh,” ujarnya Kapolres Aceh Tamiang, Ari Lasta Irawan dalam konferensi pers bersama Bupati Aceh Tamiang, Mursil dan Dandim 0117/Atam¸ Letkol Inf Deki Rayusyah Putra di aula Kantor Bupati setempat. Kamis (4/6/2020).

Pihaknya sebut kapolres sudah mendeteksi dua jalur tikus yang membawa penumpang turun dari angkutan umum masuk ke aceh dengan naik ojek. “Kita akan menempaatkan personil polisi di  dua jalur tikus tersebut dan warga akan kita suruh putar balik nanti,” tambah Ari Lasta Irawan (*)