Habib Rizieq Syihab Tenggelam, Muncullah Ribka “Aku Bangga Menjadi Anak PKI”

Ketegasan Pemerintahan Jokowi mengatasi kemampuan oposisi FPI dan Rizieq yang selalu mempermasalahkan sepak terjang atau dugaan penyusupan ideologi komunis (PKI) ke dalam tata kelola pemerintahan tidak ada tawar menawar.
Hamdani.

ACEHSATU.COM – Tokoh sejuta umat Imam Besar eks Ketua Umum FPI Muhammad Rizieq Syihab telah sebulan meringkuk dalam sel tahanan dijebloskan oleh Kepolisian Republik Indonesia atas tuduhan pelanggaran hukum yang dilakukannya.

Meski belum tentu bersalah namun Pemerintah Republik Indonesia yang dipimpin Joko Widodo “memerangi” secara radikal FPI terutama Imam Besar Habib Rizieq Syihab dengan memenjarakan dan mencekalnya ke luar negeri.

Tidak sampai disitu bahkan seluruh aset yang terkait dengan FPI, Habib Rizieq Syihab dan keluarganya (anak-anak Rizieq) pun dibekukan seperti rekening bank mereka.

Ketegasan Pemerintahan Jokowi mengatasi kemampuan oposisi FPI dan Rizieq yang selalu mempermasalahkan sepak terjang atau dugaan penyusupan ideologi komunis (PKI) ke dalam tata kelola pemerintahan tidak ada tawar menawar.

Kekuatiran FPI terhadap Ribka Tjiptaning (representasi keturunan mantan tokoh PKI) yang bersemangat menentang Islam atau mengubah Indonesia menjadi negara komunis melalui manuver-manuver politik menjadi alasan utama Habib Rizieq Syihab bergerak.

Sehingga dalam setiap orasi dakwahnya Habib Rizieq Syihab selalu menekankan tentang bahaya laten PKI yang kini mulai bangkit.

Habib Rizieq Shihab juga selalu menyertakan bukti-bukti konkrit terkait tuduhannya untuk memperkuat argumentasi orasi politik yang ia paparkan dan kaitannya dengan kepentingan Islam.

Orasi politik dalam dakwah Rizieq tentu saja memiliki implikasi terutama terhadap penguasa yang kebetulan saat ini dikuasai secara dominan oleh PDIP.

Dan setiap orang juga paham bahwa di PDI-P banyak menampung kader-kader dari keluarga mantan tokoh PKI bahkan mereka menjadi pengurus partai berlambang kepala Banteng itu. Salam satunya Ribka Tjiptaning yang sekarang duduk di DPR RI.

Syahdan! Habib Rizieq Syihab terbilang berhasil dilumpuhkan dan dibungkam. Dengan membatasi ruang geraknya seluas kamar sel membuat beliau tidak bisa berbuat banyak.

Semenjak sang Imam Besar ditahan seiring itu pula sudah tidak terdengar lagi suara lantangnya dan pikiran kritis meluruskan kebijakan pemerintah yang dinilai merugikan umat Islam.

Akibatnya kini muncullah suara lantang Ribka Tjiptaning yang mulai memprotes pemerintahan Jokowi terutama dalam soal bisnis vaksin Covid-19 ‘Sinovac’ asal China.

Dari gedung Senayan penulis buku “Bangga Menjadi Anak PKI” itu secara terbuka menolak menerima vaksinasi program Jokowi dengan alasan vaksin tersebut belum aman dan telah menuding pemerintah impor barang rongsokan.

Sontak pernyataan Ribka dimuat di berbagai media mainstream dan viral dikalangan pendukungnya.

Ntah maksudnya benar-benar mengkritisi Jokowi demi rakyat atau memiliki agenda lain di balik manuver politik itu kita tidak tahu.

Yang pasti perbedaan sikap seperti ditunjukkan Ribka Tjiptaning dengan suara partainya PDI-P memunculkan tanda tanya besar. Konon PDIP adalah partai pendukung utama pemerintahan Jokowi. (*)