H-2 Larangan Mudik, Penumpang Bus dari Aceh ke Medan Melonjak

Penumpang angkutan umum antar provinsi yang berangkat dari Banda Aceh mengalami peningkatan. Para penumpang rata-rata pemudik ke Sumatera Utara.
Penumpang Bus dari Aceh ke Medan
Suasana di Terminal Batoh pada Senin 4 Mei 2021. (Agse/detikcom)

Penumpang Bus dari Aceh ke Medan

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Penumpang angkutan umum antar provinsi yang berangkat dari Banda Aceh mengalami peningkatan. Para penumpang rata-rata pemudik ke Sumatera Utara.

“Lonjakan mulai 29 April, kalau keberangkatan AKAP saja biasanya kan 1 hari untuk orangnya yang berangkat 200 orang, tapi mulai tanggal 29 kemarin mencapai 600-700 orang,” kata Kepala terminal tipe A Batoh, Banda Aceh, Heriyanto, saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (4/5/2021).

Puncak arus mudik di Aceh terjadi sejak Senin kemarin dan diprediksi hingga malam nanti. Dia menyebut para penumpang berangkat sebelum 6 Mei karena adanya larangan mudik.

Menurut Heriyanto, angkutan umum dibolehkan berangkat pada 6-17 Mei dengan sejumlah syarat. Persyaratannya adalah bus harus memiliki stiker yang dikeluarkan kepala terminal serta penumpang harus punya surat khusus.

Penumpang Bus dari Aceh ke Medan
Suasana di Terminal Batoh pada Senin 4 Mei 2021. (Agse/detikcom)

“Angkutan yang ditempel stiker nanti dibatasi juga. Jadi tidak keseluruhan armada,” ujarnya.

Heriyanto mengatakan jumlah pemudik selama COVID-19 jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelum pandemi. Selama ini, armada yang diberangkatkan berjumlah 28 unit.

“Kalau sebelum COVID-19 ya lebih lagi kita keluarkan armada bisa 43 hingga 50-an unit. Tapi selama COVID-19 kita hanya mengeluarkan 28 unit, itu memang keliatan menonjol karena penumpang full semua karena mengejar jangan sampai tanggal 6 Mei,” beber Heriyanto. (*)