Nanggroe

Gubernur Perintahkan Tindak Penjual Makanan Berbahan Kimia Berbahaya

Gubernur juga meminta ditindak tegas pengusaha (grosir) maupun para pedagang bahan pangan yang mengandung bahan berbahaya bagi kesehatan masyarakat.

FOTO | IST

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Temuan mengejutkan tentang makanan yang mengandung bahan berbahaya dirilis UPTD Laboratorium  Pembinaan dan Pengujian Mutu dan Hasil Perikanan (LPPMHP) Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh dan Badan Pengujian Obat dan Makanan (BPOM) Aceh terhadap takjil saat Ramadhan 1439 H.

Dalam sebuah konferensi pers di ruang kerja Gubernur, kemarin, DKP Aceh memeriksa 32 sampel ikan dari Pasar Ikan Paya Ilang dan Pasar Bawah, Aceh Tengah.

Menanggapi temuan itu, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf meminta agar para pedagang yang memperjual-belikan pangan segar (bahan makanan) maupun pangan olahan (makanan hasil olahan) yang mengandung bahan kimia berbahaya diambil tindakan tegas, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Hal ini disampaikan Gubernur Irwandi saat konfrensi pers tentang Hasil Pengawasan dan Pengujian Kandungan Hahan Kimia Berbahaya dan Produk Pangan yang beredar di Aceh, di ruang kerjanya, Selasa (26/6/2018) kemarin.

Pernyataan tegas orang nomor satu di Aceh itu dipicu oleh temuan pagan segar dan pangan olahan yang diperjual-belikan di Aceh terbukti positif mengandung bahan pengawet berbahaya bagi kesehatan konsumen, seperti ikan mengandung formalin dan pangan segar atau olahan yang mengandung boraks atau rhodamin B.

Gubernur juga meminta ditindak tegas pengusaha (grosir) maupun para pedagang bahan pangan yang mengandung bahan berbahaya bagi kesehatan masyarakat.

Karena tindakan mereka melanggar peraturan perundang-undangan, seperti UU Perlindungan Konsumen dan UU Kesehatan. Tindakan mereka sangat merugikan orang lain dan dapat diancaman pidana penjara dan denda.

“Edukasi dan pembinaan sudah lama dilakukan, dan mulai sekarang harus diambil tindakan hukum,” tegas Gubernur Irwandi

BBPOM Banda Aceh telah mengirimkan hasil temuannya kepada Dinas Kesehatan kabupaten/kota untuk ditindaklanjuti. Pengusaha dan pedagang yang telah dilakukan pembinaan dan masih tetap memperdagangkan pagan yang mengandung bahan kimia berbahaya dapat diambil tindakan hukum yang berlaku.

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf menghimbau masyarakat untuk lebih waspada dan selektif memilih bahan pangan, seperti ikan basah, ikan asin, mie, dan jenis bahan makanan lainnya yang diperjual-belikan para pedagang di pasar maupun pedagang keliling di lingkungannya.

Gubernur Aceh juga meminta kepada Bupati dan Walikota di seluruh Aceh untuk melakukan inspeksi pasar secara berkala dengan melibat instansi teknis terkait untuk mengawasi kualitas makanan dan minuman yang diperjual-belikan kepada masyarakat. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top