Aceh Besar

Gubernur Keliru Berkoordinasi dengan Menkum HAM Menetapkan Pergub Jinayat

Maka pemindahan lokasi cambuk dari halaman mesjid ke LP bukanlah solusi bila dikait-kaitkan dengan investor asing.

Foto | ist

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH — Ketua Badan Koordinasi Muballigh Indonesia (Bakomubin) Aceh Besar, Tgk. Muchlis Abdullah menyayangkan sikap ketergesa-gesaan Gubernur Aceh terkait dengan Pergub Nomor 5 tahun 2018, tentang tata cara pelaksanaan hukuman jinayat.

Dalam Pergub tersebut, Irwandi Yusuf, Gubernur Aceh periode 2018-2022 menetapkan bahwa; uqubah cambuk dialihkan ke Lembaga Permasyarakatan (LP), tidak boleh lagi diadakan di halaman masjid.

Esensi hukuman cambuk tidak maksimal jika dipindahkan ke tempat tertutup.

Karena tujuan dari uqubah cambuk itu sendiri yaitu untuk memberi efek jera bagi si pelaku dan media edukasi untuk kalangan masyarakat.

Maka pemindahan lokasi cambuk dari halaman mesjid  ke LP bukanlah solusi bila dikait-kaitkan dengan investor asing.

Melainkan karena suhu politik antara eksekutif dan legislatif yang tidak harmonis serta rumitnya birokrasi membuat para investor takut.

“Gubernur Aceh menetapkan pergub nomor 5 tahun 2018 berkoordinasi dengan Menteri Hukum dan HAM di Amel Convention Hall (12/4/2018) adalah bentuk kekeliruan,” kata Tgk Muchlis.

Padahal segala sesuatu bentuk penetapan hukum yang berhubungan dengan syariat Islam oleh pemerintah seharusnya menjalin komunikasi dengan MPU dan DPRA.

Karena di antara tujuan dibentuknya Majlis Permusyawaratan Ulama ialah sebagai mitra pemerintah dalam menyelesaikan persoalan hukum syariat Islam di Aceh, sementara terkait dengan legalitas hukum ditetapkan oleh DPRA.

Oleh sebab demikian, sebut Tgk Muchlis, sudah seharusnya bagi Pemerintah Aceh mengkaji ulang pergub tersebut serta melibatkan ulama, DPRA, akademisi dan tokoh adat lainnya demi tidak terjadinya qil dan qal (polemik) berkaitan dengan teknis pelaksanaan qanun hukuman cambuk. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top