GRAM Desak Gubernur Cegah Banjir Aceh Utara

Setiap tahunnya banjir di Kabupaten Aceh Utara kian parah, dan ini terjadi karna adanya pengrusakan hutan, indikasi adanya pengrusakan hutan dibuktikan dengan fakta alam, dimana air bah mengandung campuran lumpur yang keruh, dalam hal ini perlu turun tim dari Gubernur Aceh untuk mengumpulkan data-data di lapangan, untuk selanjutnya disampaikan langsung ke Gubernur", jelas Ketua LSM GRAM, Muhammad Azhar
Banjir Aceh Utara
Banjir Aceh Utara, Sebagian warga terpaksa mengungsi | Foto: Acehsatu.com/Syahrul Usman

ACEHSATU.COM | ACEH UTARA – Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Rakyat Aceh Membangun (LSM- GRAM) Aceh Utara meminta Gubeneur Aceh agar mencarikan solusi pencegahan banjir Aceh Utara yang setiap tahun terjadi. Banjir ini berdampak kerugian ratusan milliar dan menelan dua korban jiwa.

Setelah 10 hari pasca banjir melanda Kabupaten Aceh Utara, menyisakan duka dan derita bagi korban banjir Aceh Utara, dimana mereka kehilangan harta benda, bahkan tidak sedikit juga peralatan-peralatan usaha yang rusak, baik itu usaha ekonomi mikro maupun Bundes Gampong.

Baca : Banjir di Aceh Utara Meluas, 6.663 KK Terdampak, 24.332 Jiwa Terpaksa Mengungsi

Merespon persoalan Masyarakat korban banjir Aceh Utara di 18 Kecamatan, Ketua LSM GRAM, Muhammad Azhar kepada acehsatu.com, Selasa (19/1/2022) mendesak Pemerintah Provinsi Aceh dan kabupaten penyumbang air disetiap tahunnya, untuk segera duduk bersama membahas persoalan penyebab banjir dan sistem penanganan cepat pasca banjir.

“Dua Kabupaten dataran tinggi Gayo harus ikut andil mengambil peran berupa fungsi pengawasan hutan sebagai perpanjangan tangan Pemerintah Aceh di dataran Gayo tersebut.

Pengrusakan Hutan

Hutan Leuser
Kerusakan hutan – Lokasi pembukaan lahan baru di Kawasan Ekosistem Leuser oleh PT. Nia Yulided Bersaudara. Foto Dok. Tim Lipsus

“Setiap tahunnya banjir di Kabupaten Aceh Utara kian parah, dan ini terjadi karna adanya pengrusakan hutan, indikasi adanya pengrusakan hutan dibuktikan dengan fakta alam, dimana air bah mengandung campuran lumpur yang keruh, dalam hal ini perlu turun tim dari Gubernur Aceh untuk mengumpulkan data-data di lapangan, untuk selanjutnya disampaikan langsung ke Gubernur”, jelas Azhar.

Baca : Walhi Desak Pemerintah Aceh untuk Tetapkan Status Bencana Banjir Aceh Utara dan Aceh Timur Sebagai Bencana Propinsi

Setelah data terkumpul, lanjut Ketua Gram ini, menjadi bahan kajian bagi eksekutif untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penerbitan izin HGU. Karna fakta banjir yang terjadi di lapangan ada kejanggalan luar biasa tentang pengelolaan hutan lindung dan hutan produksi di dataran Gayo.

Jangan Diam

Ketua LSM GRAM, Muhammad Azhar juga meminta Gubernur dan Bupati serta dinas terkait untuk segera membentuk tim evaluasi. Jangan diam ditempat, harus membentuk tim evaluasi menyeluruh dan jangan saling menyalahkan.

“Gubernur dan Bupati serta dinas terkait harus segera membentuk tim evaluasi menyeluruh, disini kita akan tahu bahwa siapa yang melalaikan tugas dan kewenangannya dalam pelestarian hutan,”ujarnya

Aceh Utara Banjir
Banjir Aceh Utara – Kalaksa BPBD Aceh Utara Amir Hamzah dan petugas terkait melakukan pengecekan debit air di Krueng Keureutoe, Kecamatan Matangkuli, Minggu (3/1). (ANTARA/HO)

“Para pejabat itu harus tahu bahwa sekarang kita sedang tidak dalam keadaan baik-baik saja, boom waktu akan segera meledak jika abai dalam tugas, ini penting untuk menyelamatkan masyarakat di hilir Kabupaten Aceh Utara dan Aceh Timur,” tambah Azhar lagi

Nova Iriansyah Sebagai Gubernur dan sejumlah Bupati di sana sebagai pemangku kepentingan harus bergerak cepat, jangan lagi beretorika dan berkilah di media sosial, segera bantu meringankan beban banjir serta penanganan yang efektif agar banjir bisa diminimalisir, tutup Azhar mengakhiri (*)