Banda Aceh

Giliran Mahasiswa Unsyiah Demo Pemadaman Listrik PLN

Protes Pemadaman Listrik Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) membawa lampu taplok, poster dan spanduk menggelar aksi di kantor PLN Wilayah Aceh, Banda Aceh, Senin (14/3). | ACEH.ANTARANEWS.COM

Protes Pemadaman Listrik Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) membawa lampu taplok, poster dan spanduk menggelar aksi di kantor PLN Wilayah Aceh, Banda Aceh, Senin (14/3). | ACEH.ANTARANEWS.COM

ACEHSATU.COM, JAKARTA Belasan mahasiswa Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) mendatangi dan berdemonstrasi di Kantor Wilayah PLN Aceh di Banda Aceh, Senin, untuk mendesak perusahaan negara itu mengatasi krisis listrik di Aceh.

Dalam unjuk rasa tersebut, mahasiswa mengusung poster bertuliskan “Berikan listrik 24 jam”, “PLN seperti diskotek, listrik hidup mati, hidup mati”, dan sebagainya.

Unjuk rasa yang berlangsung di pintu gerbang utama Kantor PLN Wilayah Aceh tersebut mendapat pengawalan ketat polisi yang dibantu petugas satpam perusahaan listrik negara itu.

Presiden Mahasiswa Unsyiah Hazrizal dalam pernyataan sikap pengunjuk rasa mengatakan masalah listrik di Aceh tidak kunjung selesai. Pemadaman listrik, baik yang direncanakan maupun tidak telah menjadikan aktivitas sehari-hari masyarakat terganggu.

“Akibatnya, tidak sedikit pelaku bisnis menanggung kerugian. Bahkan ada yang gulung tikar karena ketiadaan sumber daya listrik. Ibarat pepatah, habis gelap terbitlah gelap,” kata dia.

Menurut dia, listrik bagi masyarakat Aceh merupakan kebutuhan mutlak yang harus dipenuhi. Namun, janji pemimpin pemerintahan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat tidak kunjung ditepati.

“Kami memandang ini sebagai ketidakmampuan PLN melayani kebutuhan listrik masyarakat. PLN sebagai perusahaan negara harus bertanggung jawab terhadap masalah listrik di Aceh,” ujar dia.

Oleh karena itu, kata dia, mahasiswa mendesak komitmen PLN Aceh meningkatkan kinerja dan pelayanan yang lebih baik. Mendesak PLN bertindak cepat mengatasi permasalahan yang ada.

“Jika dalam waktu dekat ini tidak ada respons, kami mendesak Kepala PLN Aceh mundur dari jabatannya. Kami juga akan datang lagi dengan massa lebih banyak lagi,” kata Hazrizal.

Unjuk rasa yang berjalan tertib itu mendapat perhatian masyarakat yang lalu lalang di depan kantor PLN Aceh. Massa pengunjuk rasa akhirnya membubarkan diri dengan tertib setelah membacakan pernyataan sikap mereka.

Sementara itu, pihak PLN setempat belum dapat dikonfirmasi tentang materi protes dari para mahasiswa itu.(ANTARA)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top