Politik

Gerindra Pidie Bantah Ada Perpecahan

“Namun dia berseberangan dan memilih melawan perintah partai dengan mendukung dan menjadi timses Abdullah Puteh, dan ini pelanggaran paling berat,”

Sektretaris DPC Gerindra Pidie, Masrul Junaidi ST/ist

ACEHSATU.COM | PIDIE – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Pidie menyatakan bahwa pernyataan Mukhtar Rodi yang mengatasnamakan Wakil Ketua I Partai Gerindra Pidie adalah bentuk provokasi, cenderung merusak marwah partai, dan bersifat personal.

Hak jawab ini disampaikan Sekretaris DPC Gerindra Pidie, Masrul Junaidi kepada redaksi ACEHSATU.COM, Senin malam menanggapi pernyataan Mukhtar Rodi dalam konferensi pers yang digelar di Horas Cafe, Sigli Senin, (8/1/2019)–yang menuding TA Khalid biang masalah Gerindra di Pidie.

Alih-alih menuding TA Khalid, ternyata justru Mukhtar Rodi yang dianggap bermasalah.

Menurut Masrul, Mukhtar Rodi sudah melanggar AD/ART partai, dimana  pada saat Pilkada Gubernur Aceh ia berseberangan dengan perintah partai yakni semua pengurus dan kader Partai Gerindra wajib mendukung Mualem-TA Khalid.

“Namun dia berseberangan dan memilih melawan perintah partai dengan mendukung dan menjadi timses Abdullah Puteh, dan ini pelanggaran paling berat,” tambah Masrul.

Masrul mengatakan, pada saat DPC Gerindra mengusulkan pengurus baru untuk penguatan Partai Gerindra Pidie kedepan, Muhtar Rodi, sempat menelpon dirinya meminta tidak dimasukkan namanya sebagai pengurus baru DPC Pidie yang akan diusulkan ke DPP Gerindra di Jakarta.

Menurut Masrul, perlu dipahami dari tertib berorganisasi di Gerindra adalah, semua usulan penguatan dan pergantian pengurus, semuanya diusul dari DPC, dimana dalam penguatan dan pergantian  pengurus ini.

Surat usulan SK tersebut ditandatangani oleh ketua DPC Gerindra Pidie, yaitu M Isa Alima dan Masrul Junaidi sebagai Sektaris dengan kop dan stempel DPC untuk diteruskan ke DPP Gerindra melalui DPD.

Surat usulan pergantian dan penguatan stuktur DPCGerindra ini, bernomor AC-18/12-01/A/DPC-Gerindra/2017, Tertanggal Sigli, 26 September 2017, yang ditujukan ke DPP Gerindra di Jakarta.

“Jadi pergantian dan penguatan stuktur ini, murni berasal dari DPC Gerindra Pidie, karena melihat kebutuhan untuk membesarkan partai Gerindra di Pidie, bukan karena keinginan segelintir orang,” beber Masrul.

Yang menjadi pertanyaan besar, “kenapa sekarang kok malah membuat konferensi pers atas nama DPC Gerindra Pidie, yang aneh lagi, kok meminta Ketua DPD Aceh diganti,” kata dia.

“Kita lah yang mengusul pergantian pengurus DPC Pidie untuk di SK-kan oleh DPP, bukan TA Khalid atau DPD, mereka hanya meneruskan dari usulan Gerindra Pidie ke DPP, mari pahami cara berorganisasi,” kata Masrul lagi.

Ia mengajak semua pengurus dan kader Gerindra untuk fokus untuk tujuan besar kita,  memenangi Pileg dan Pilpres 2019 yang sudah didepan mata, bukan menyibukkan diri dengan hal-hal yang mengerdilkan diri sendiri. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top