GERANAT Kecewa Terhadap Pemkab Abdya

ACEHSATU.COM | BLANGPIDIE – Gerakan Abdya Sejahtera (GERANAT) menyatakan sangat menyayangkan langkah pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dalam menghadapi covid-19 ini.

Pasalnya, di tengah wabah seperti ini tidak ada upaya dalam melihat mahasiswa yang ada diluar daerah.

Hal tersebut dikatakan oleh Koordinator Geranat, Noval Abizal pada Sabtu (18/4) dalam rilisnya kepada acehsatu.com .

“Kita mengetahui pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya sudah mengalokasikan 51 milyar untuk menangani Covid-19. Namun demikian perlu kita ketahui bersama, bahwa masyarakat Abdya itu bukan hanya yang menetap di Abdya, tapi ada juga sebagian besar mahasiswa/i yang sedang menimba ilmu di Perantauan, seperti di Banda Aceh, Lhokseumawe dan kota-kota besar lainnya,” kata Noval.

Lanjutnya, kondisi perekonomian masyarakat dan mahasiswa asal Abdya tidak semuanya mampu membiayai atau mencukupi kebutuhannya di perantauan selama wabah tersebut.

“Ditengah kondisi seperti ini, apresiasi ada beberapa lembaga yang turun langsung membantu menangani covid -19, tapi bagaimana nasib mahasiswa yang ada di perantauan yang sampai hari ini belum ada upaya apapun yang dilakukan pemerintah Abdya untuk melihat bagaimana nasib mahasiswa di Banda Aceh khususnya, baik dari Eksekutif maupun Legislatif yang ada di Abdya, kita juga ada beberapa perwakilan DPRA dari Dapil 9 yg termasuk abdya didalamnya namun juga tidak tau lagi keberadaannya pasca dilantik menjadi anggota DPRA,” ujarnya.

Namun ia juga mengatakan bahwa dari amatannya, pemerintah kabupaten daerah lain sangat peka terhadap nasib mahasiswa perantauan saat wabah ini terjadi, akan tetapi dari Pemkab Abdya dan legislatif Abdya belum nampak iktikad baik untuk membantu mahasiswa di perantauan.

“Oleh karena itu, kami meminta kepada Pemkab Abdya ‘Beek le tenget Ngon jaga’ (jangan banyak tidur daripada beraktifitas), jadi harap diperhatikan, jangan diabaikan,” katanya.

Nova Abizal, Koordinator Geranat yang merupakan mahasiswa di UIN Ar-Raniry Banda Aceh menyatakan bahwa hal tersebutlah yang membuat dirinya dan para mahasiswa serta masyarakat dari Abdya menjadi kecewa terhadap sikap dari pemkab dan dewan asal daerahnya.

“Jangan sampai di saat ada kepentingan dicari, dan saat musibah seperti ini tidak ada yang peduli,” tandasnya.(*)