Gegera Pesawat AS, Jet Tempur China ‘Serbu’ Langit Taiwan

Gegera Pesawat AS, Jet Tempur China ‘Serbu’ Langit Taiwan

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Pesawat serbu milik China dilaporkan terbang di atas langit Taiwan. Jet tempur Su-30 dilaporkan terlihat di Barat Daya pulau tersebut pada Selasa (9/6/2020).

Melansir CNBC Indonesia, Global Times media yang terafiliasi dengan pemerintah Beijing mengatakan, pesawat tempur hanya mendekati pulau tersebut. Aksi itu dilakukan karena sebuah pesawat militer AS terbang di atas pulau yang diklaim negeri Panda masih bagian dari provinsinya, terlebih dahulu di hari yang sama.

“Penerbangan langka pesawat AS di Taiwan menunjukkan kolaborasi yang semakin meningkat antara militer AS dan “separatis” di Taiwan,” tulis media itu mengutip pakar militer Song Zhongping dikutip Rabu (10/6/2020).

“Serangan jet tempur dari daratan China … menunjukkan seberapa banyak PLA (tentara China) ditentukan dan dipersiapkan untuk perang.”

“Ini dapat dilihat sebagai de facto latihan bersama, menunjukkan AS bisa memberikan dukungan ke Taiwan dalam perang dan memberi para “separatis” Taiwan keberanian melawan.”

Ia menyebut PLA selalu siap tempur dan dapat bereaksi cepat dengan menyusup mendekati Taiwan. Bahkan, kata dia, PLA mampu mencakup seluruh Taiwan dan mengunci pesawat AS.

Sebelumnya, melalui Kementeriannya, Taiwan mengecam keras masuknya jet China ke langit wilayah itu. Bahkan, Taipe sudah memberikan pengumuman secara verbal agar jet tempur China menjauh.

“Pesawat jet angkatan udara Taiwan telah mengusir para “penerobos”,” tulis Reuters mengutip kementerian kemarin.

Pesawat jet China terbang ketika Taiwan mengumumkan latihan militer tahunannya Han-Kuang akan berlangsung bulan depan. Latihan ini dilakukan tentara Taiwan sebagai simulasi jika perang benar-benar terjadi antar kedua pihak.

Pada hari yang sama Taiwan juga membenarkan masuknya versi militer dari Boeing 737, yakni A.U.S C-40A. AS sendiri bersiaga di Pulau Okinawa Jepang, yang jadi pangkalan udara Paman Sam.

China dan Taiwan terjebak perselisihan soal unifikasi wilayah. China hingga kini masih menganggap pulau itu adalah bagian dari provinsinya.

Namun pelantikan Presiden Taiwan Tsai Ing-Wen beberapa pekan lalu memanaskan situasi. Tsai yang terpilih untuk kedua kalinya, menolak penyatuan keduanya meski dalam aturan “satu negara, dua sistem”.

Sebelumnya, China juga mengirimkan kapal perang mendekati Taiwan. Pada Maret, dua jet tempur J-11 juga melintas dan membuat Taiwan berang.

Washington dan Taipe, mengutip Reuters, tidak punya hubungan diplomatik. Namun AS adalah pendukung terkuat Taiwan.

Ini yang membuat banyak pihak khawatir akan tensi AS dan China. Sebelumnya kedua negara juga berselisih soal banyak hal, termasuk perdagangan, asal usul Covid-19, dan Hong Kong. (*)