Geger Temuan 54 Drum Minyak Makan dan Belasan Sak Pupuk Bersubsidi di SPBU Aceh Timur

Pasalnya hal itu terjadi di tengah kelangkaan minyak makan dan pupuk di kalangan petani Aceh.
penimbunan minyak goreng
Geger, Ibu-ibu Tertipu Paket Minyak Goreng Murah Rugi Miliaran. | Foto: ANTARA

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Geger Temuan 54 Drum Minyak Makan dan Belasan Sak Pupuk Bersubsidi di SPBU Aceh Timur.

Temuan dugaan penimbunan 54 drum minyak makan dan belasan sak pupuk bersubsidi di sebuah SPBU di Aceh Timur mengejutkan publik. Pasalnya hal itu terjadi di tengah kelangkaan minyak makan dan pupuk di kalangan petani Aceh.

BACA JUGA: Harga Pupuk Nonsubsidi Naik Dua Kali Lipat, Anggota DPRA: Segera Atasi

Dugaan penimbunan ini pertama kali terungkap setelah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Timur M Yahya menemukan puluhan drum diduga berisi minyak goreng curah di sebuah SPBU di daerah itu.

M Yahya menyebutkan penemuan minyak makan tersebut berawal dari informasi masyarakat. Dari informasi tersebut, dirinya langsung mendatangi stasiun pengiriman bahan bakar umum (SPBU) tersebut.

“Setelah saya menerima informasi itu, langsung ke lokasi untuk mengecek. Ternyata benar ada 54 drum berisi minyak goreng,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (23/2/2022).

BACA JUGA: Terungkap, Perjanjian dengan Distributor Jadi Alasan Pedagang Timbun Minyak Goreng

Selain minyak makan, M Yahya juga mengungkapkan dirinya juga menemukan belasan sak pupuk bersubsidi jenis phonska dan urea.

Pupuk bersubsidi tersebut diduga berasal dari Aceh Utara. 

“Atas penemuan ini, saya telah melaporkan ke Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Aceh Timur untuk ditindaklanjuti,” kata M Yahya. 

BACA JUGA: Geger, Ibu-ibu Tertipu Paket Minyak Goreng Murah Rugi Miliaran

Sementara melansir Antara, Kepala Bidang Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Aceh Timur Zulkifli mengatakan dirinya menerima laporan penemuan minyak goreng tersebut dari Anggota DPRK Aceh Timur di sebuah SPBU. 

“Benar, ada temuan puluhan drum minyak goreng. Hasil klarifikasi kami, mereka berdalih bukan penimbunan, tapi hanya ditumpukkan sebelum didistribusikan kepada pedagang,” kata Zulkifli. (*)