https://acehsatu.com/wp-content/uploads/fluentform/ff-ca78e0025ec30038b1f804938a108109-ff-IMG-20240402-WA0003.jpg

Berita Lainnya

https://acehsatu.com/wp-content/uploads/fluentform/ff-c926ea740f30a093883f895c1586ddc8-ff-IMG-20240402-WA0004.jpg

Hukum

Politik

Geger Pria Ngaku Bunuh Editor Metro TV, Apa Motifnya?
Ayah editor Metro TV Yodi Prabowo, Suwardi tak percaya anaknya bunuh diri. | Foto: Tribun Bogor
Dalam pengakuannya yang disampaikan di media sosial, pria itu menyebut dirinya sebagai pembunuh editor Metro TV Yodi Prabowo.

ACEHSATU.COM | JAKARTA – Seorang pria asal Riau tiba-tiba muncul dengan pengakuan menggemparkan. Dalam pengakuannya yang disampaikan di media sosial, pria itu menyebut dirinya sebagai pembunuh editor Metro TV Yodi Prabowo.

Pria asal Riau itu pun sempat diamankan polisi karena mengaku membunuh editor Metro TV Yodi Prabowo di media sosial.

Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan polisi, ternyata pria tersebut tak terbukti membunuh Yodi Prabowo. Lalu apa motif sehingga ia mengaku sebagai pembunuh Yodi Prabowo?

Melansir detikcom, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat mengungkapkan awalnya pria tersebut terlibat adu mulut dengan temannya. Saat cekcok itu, pria tersebut mengaku membunuh Yodi Prabowo dan meng-upload di media sosial.

“Dia (pria asal Riau) itu hanya marah, bercanda saja,” kata Tubagus kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (10/9/2020).

Polisi yang mendapatkan informasi tersebut kemudian menjemput pria itu di Riau. Namun, hasil pemeriksaan membuktikan ucapan pria tersebut hanya isapan jempol belaka.

“Memang waktu itu kita amankan dengan asumsi, dengan satu pertimbangan, pertama apa benar informasi itu walaupun kita yakin tidak benar. Kedua adalah dalam rangka pelayanan kepada pihak keluarga korban tempat di mana Yodi bekerja semasa hidupnya,” jelas Tubagus.

“Ada informasi itu ya kita merespons, kita amankan di daerah Riau. Setelah dibawa ke sini, kita periksa dan memang tidak ada dari sisi apanya saja, dari sisi posisi dia dan sebagainya nggak (terbukti),” sambungnya.

Terkait pengakuan bohongnya itu, Tubagus mengatakan pria tersebut bisa saja dikenai pidana.

“Sebetulnya bisa saja dikenakan, tapi harus ada dampak menimbulkan kekacauan sampai ini akibat materiil dari perbuatannya,” sebut Tubagus.

Diduga korban pembunuhan

Seperti diketahui, editor Metro TV Yodi Prabowo ditemukan meninggal dunia di pinggir Jalan Tol JORR di daerah Ulujami, Jakarta Selatan, pada Jumat (10/8) lalu. Saat itu polisi awalnya menduga Yodi menjadi korban pembunuhan.

Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana pun memerintahkan jajarannya membentuk tim khusus guna menyelidiki kasus tersebut. Hasilnya, tim yang bekerja selama dua pekan tersebut menyimpulkan Yodi Prabowo meninggal akibat bunuh diri.

Penyelidikan polisi menemukan sebilah pisau yang digunakan untuk menusuk bagian leher dan dada Yodi berasal dari dirinya sendiri. Hal itu didasari bukti sidik jari dan bukti CCTV yang menunjukkan Yodi Prabowo sendiri yang membeli dan menguasai pisau tersebut. (*)

https://acehsatu.com/wp-content/uploads/fluentform/ff-ca78e0025ec30038b1f804938a108109-ff-IMG-20240402-WA0003.jpg

Berita Lainnya

https://acehsatu.com/wp-content/uploads/fluentform/ff-c926ea740f30a093883f895c1586ddc8-ff-IMG-20240402-WA0004.jpg

Hukum

Politik