Geger Perempuan di Sulsel Nikah Sesama Jenis, Alasan Terlanjur Sayang

Geger Perempuan di Sulsel Nikah Sesama Jenis, Alasan Terlanjur Sayang

ACEHSATU.COM | MAKASSAR – Kabar heboh kembali menghiasi jagad pemberitaan tanah air. Kali ini, peristiwa tergolong aneh terjadi di Soppeng, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Dua orang perempuan saling mengikat diri dalam sebuah ikatan pernikahan.

Mengutip detikcom, cinta itu memang buta. Kiasan itu bagai menggambarkan pernikahan sesama wanita di Soppeng, Sulawesi Selatan. Sejoli ini nekat menikah lantaran terlanjur cinta.

Kasat Reskrim Polres Soppeng AKP Amri membenarkan adanya pernikahan sejenis tersebut.

“Ada (pernikahan sesama jenis). Ini lagi kita periksa sekarang,” kata Amri saat dimintai konfirmasi detikcom, Jumat (12/6/2020).

Amri mengatakan dugaan pernikahan sesama jenis ini melibatkan dua mempelai sesama perempuan di Desa Baringeng, Kecamatan Lilirilau, Soppeng, pada Kamis (11/6).

“Infonya kemarin (Kamis),” kata Amri.

Amri menjelaskan dugaan pernikahan sesama jenis ini membuat heboh sehingga pihaknya langsung melakukan penyelidikan. Kedua mempelai pun telah dibawa ke polsek setempat dan sedang diperiksa.

“Kan biasanya kalau ada keresahan masyarakat tentunya wewenang kami melakukan penyelidikan. Karena penyelidikan wewenang kami, kami melakukan pemeriksaan, permintaan keterangan,” terang Amri.

Kendati demikian, lanjut Amri, pihaknya belum dapat mengungkap banyak hal soal hasil penyelidikan.

“Baru-baru sekali datang ini, baru mau dimintai keterangan,” kata Amri.

“Jadi belum apa-apa, informasinya belum bisa update banget karena baru kita jemput kedua belah pihak, baru mau kita mintai keterangan,” tutur Amri.

Selain polisi, Tim Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Sulsel turun tangan menangani kasus tersebut.

“UPT P2TP2A Sulsel dan P2TP2A Soppeng saat ini mengkoordinasikan dengan aparat desa siapa yang nikahkan. Apa KUA atau imam setempat, dan bagaimana status nikahnya kalau ternyata sesama jenis. Kami mendorong untuk mengungkap semua yang terlibat ini, tapi kita berikan kesempatan kepada kepolisian untuk panggil semua untuk periksa, termasuk pengurus dan yang menerbitkan,” ujar Kepala UPT P2TP2A Sulsel Meisy Papayungan saat dimintai konfirmasi detikcom, pada Sabtu (13/6/2020).

Awalnya, perkenalan sejoli tersebut bermula pada Februari 2019. M semula tidak mengetahui MAS merupakan seorang wanita.

Setelah beberapa bulan berikutnya, M baru mengetahui pasangannya itu adalah seorang wanita. Namun karena telanjur cinta, keduanya tetap melanjutkan hubungan terlarangnya.

Kini keduanya telah diamankan oleh pihak kepolisian setempat untuk dilakukan pemeriksaan dan interogasi.

“Pada awalnya MAS dan M memiliki hubungan spesial atau pacaran sejak Februari 2019, yang pada saat itu M tidak mengetahui MAS berjenis kelamin perempuan. Nanti hubungannya berjalan sekitar 5 bulan, M mengetahui MAS ternyata berjenis kelamin perempuan, namun M sudah telanjur suka kepada MAS,” jelas Meisy.

Kepada orang tua M, MAS menyembunyikan identitas dirinya yang sebenarnya. Dia mengaku sebagai seorang pria dengan menggunakan nama samaran.

“Kepada orang tua M dengan berpenampilan selayaknya seorang pria dan menggunakan nama panggilan laki-laki yaitu LAB,” tutur Meisy.

Selanjutnya, setelah hubungan kedua pasangan terlarang tersebut cukup lama, orang tua M meminta MAS menikahi anaknya guna menghindari aib. Orang tua M tidak mengetahui jika MAS merupakan wanita.

“Kedua orang tua M tidak mengetahui jika sebenarnya MAS adalah seorang dengan jenis kelamin perempuan sehingga orang tua M mengajak MAS untuk mengurus segala sesuatunya untuk menikahi M dengan Alasan untuk menghindari aib,” ungkap Meisy.

Kini, polisi tengah memeriksa mulai kedua mempelai, orang tua mempelai wanita, hingga kepala desa setempat.

“Ada tujuh orang kami periksa sementara, 2 dari mempelai, 2 orang tua mempelai wanita, 1 saksi nikah, imamnya 1, 7 orang sama kepala desa,” ujar Kasat Reskrim Polres Soppeng AKP Amri.

Selain itu, polisi telah memanggil orang tua mempelai pria yang belakangan diketahui sebagai wanita.

“Orang tua mempelai laki-laki yang ternyata wanita itu baru kami panggil, tapi belum datang,” katanya. (*)