Geger Balitbangkes Aceh Setop Layanan Pemeriksaan Swab Covid-19 Akibat Dua Petugas Positif

Alasan penghentian pelayanan Balitbangkes Aceh
Setelah sempat diluncurkan pembukaan pelayanannya pada 14 April 2020 oleh Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, kini Balitbangkes Aceh terpaksa ditutup akibat dua orang petugas positif terinfeksi Covid-19. | Foto NET

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Dua orang petugas Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes Aceh) dinyatakan positif tertular virus corona. Alhasil, badan yang sedianya bertugas melakukan pemeriksaan sampel swab masyarakat Aceh itu pun kini berhenti memberikan pelayanan.

Kepastian penghentian layanan ini disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Aceh, Saifullah Abdulgani.

Dia menyatakan Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Aceh di Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar terpaksa ditutup sementara setelah dua petugasnya positif tertular Covid-19.

“Mereka sudah bekerja memeriksa ribuan sampel usap sejak April lalu. Dan ada dua petugas yang terinfeksi virus corona sehingga (Balitbangkes) harus off,” kata Saifullah di Banda Aceh, Senin (11/8/2020).

Dijelaskan, akibat dua tenaga kesehatan di laboratorium setempat positif terjangkit Covid-19, maka petugas lainnya di Balai Litbangkes Aceh dianggap sebagai kontak erat.

Dengan begitu, semua paramedis bertugas dalam pemeriksaan sampel usap setiap warga yang dicurigai terinfeksi Covid-19 dengan metode “polymerase chain reaction” (PCR) di laboratorium tersebut harus menjalani isolasi mandiri.

BACA JUGA : Kurva Pasien COVID-19 Aceh Berhasil Ditekan

“Karena petugasnya berobat dan isolasi mandiri, maka seluruh ruangan laboratprium itu didisinfektan, disterilisasi, termasuk alat-alatnya. Jadi enggak mungkin dilakukan pemeriksaan karena kondisi seperti ini,” katanya.

“Tutup selama 14 hari. Informasi dari Kepala Balitbangkes Aceh, mereka akan buka laboratorium lagi 23 Agustus 2020,” katanya.

Balitbangkes Aceh Menghentikan Pelayanan Karena Bahan Habis

Jubir yang akrab disapa SAG itu membantah bahwa Balai Litbangkes Aceh tutup karena bahan untuk pemeriksaan sampel usap dengan PCR tersebut telah habis.

Menurut dia, yang terjadi hanyalah persediaan salah satu bahan habis pakai yang sudah menipis, namun segera teratasi dengan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Kemarin memang sempat diberitakan ada bahan habis pakai yang menipis persediaannya, dengan datangnya bantuan lagi hari ini dari BNPB maka sudah teratasi. Tapi berhentinya (Balai Litbangkes Aceh) itu bukan karena barang habis pakai,” ujarnya.

Saifullah memastikan, meski Balai Litbangkes Aceh tutup, namun pemeriksaan usap juga bisa dilakukan di Laboratorium Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala.

Namun, untuk menghindari lonjakan kapasitas pemeriksaan, maka sebagian sampel juga dikirim ke Balai Litbangkes Jakarta secara gratis. (*)