Gegara Edarkan Vedio Pemukulan Keuchik, Ibu dan Bayi Mendekam di Penjara

“Anaknya masih menyusui, jadi harus melekat dengan orangtuanya. Tapi kalau usianya sudah lebih dua tahun, bisa kita minta dikeluarkan,” Kalapas Yusnadi.
Ibu dan Bayi Dipenjara
Ilustrasi Penjara

Gegara Edarkan Vedio Pemukulan Keuchik, Ibu dan Bayi Mendekam di Penjara

ACEHSATU.COM [ ACEH UTARA – Gegara edarkan video pemukulan Keuchik  Gampong Lhok Pu’ uk, Kecamatan Seunuddon di media sosial, ibu rumah tangga ini di polisikan dan divonis bersalah melanggar Undang-undang Informasi dan Traksaksi Elektronik (UU ITE), saat ini sang ibu bersama bayinya mendekan di penjara Lembaga Pemasyrakatan Lhoksukon, Aceh Utara.

Wanita bernama Isma (33) warga Gampong Lhok Puuk itu bersama bayinya yang berusia enam bulan mendekam dibalik jeruji besi. Ia  divonis melanggar UU ITE oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Lhoksukon, Aceh Utara, atas pencemaran nama baik yang dilaporkan oleh kepada desanya, T Bakhtiar.

Kepala Lapas Kelas II B Lhoksukon, Yusnadi kepada wartawan, Senin (1/3/2021) mengatakan, Isma sudah sah menjadi warga binaan Lapas Lhoksukon  karena berkas perkara dan putusannya sudah lengkap.  Bayinya yang  baru berumur enam bulan terpaksa ikut ibunya karena masih menyusui belum berusia dua.

 “Anaknya masih menyusui, jadi harus melekat dengan orangtuanya. Tapi kalau usianya sudah lebih dua tahun, bisa kita minta dikeluarkan,” ujar Kalapas.

Dijelaskan Yusnadi, meski Isma membawa bayi yang bersangkutan tetap disatukan dengan tahanan yang lain karena Lapas Lhoksukon belum memiliki ruangan khusus. Walupun demikian pihaknya tetap memantau kondisi bayi tersebut.  

Ilustrasi (AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Tambah Kalapas, Isma divonis Majelis Hakim PN Lhoksukon, selama tiga bulan penjara, beberapa waktu lalu tervonis juga sudah melakukan tahanan kota  dan dilakukan pemotongan tahanan selama 21 hari, Isma hanya menjalani masa hukuman, dua bulan lebih saja.

Yusnadi mengaku, ada juga yang datang meminta sebagai jaminan agar Isma tidak berada dipenjara, selaku Kepala Lapas, dirinya harus melaporkan hal itu ke Kantor Wilayah. Menurut Kalpas, sebelumnya juga ada tiga bayi yang ikut bersam ibunya di Lapas Lhoksukon  Namun dua bayi tersebut sudah keluar, karena ada yang sudah berusia dua tahun, dan ada yang dijemput orangtua warga binaan, jadi sekarang sisanya satu bayi,” jelas Yusnadi lagi

 “Selaku Kalapas saya tidak bisa melakukan apa-apa karena statusnya sudah vonis, dan wajib kita terima. Kalau berkasnya tidak lengkap boleh kita tolak,” tutur Kalapas.

Sebelumnya Keuchik Gampong Lhok Pu’ uk, Kecamatan Seunuddon, T Bakhtiar melaporkan seorang nenek Husna (60), dan ibu rumah tangga (IRT), Isma  yang juga warganya karena telah menyebarkan video pemukulan dirinya di media sosial.

Keuchik T. Bakhtiar melaporkan penyebar video di media sosial atas dugaan pencemaran nama baik.  Video aksi pemukulan keuchik oleh seorang nenek tersebut menjadi viral dan menjadi perbincangan di media sosial. Tayangan berdurasi 35 detik tersebut memperlihatkan seorang nenek memakai kain memukul kepala keuchik yang berdiri di antara warga dengan tangan kanannya (*)