Gegara Cuaca Buruk, Harga Bumbu Dapur di Pulau Simeulue Melonjak

Cuaca buruk yang melanda perairan Samudera Hindia sejak tiga hari terakhir membuat harga bumbu dapur di sejumlah pasar di Kota Sinabang, Pulau Simeulue, Aceh, mengalami kenaikan.
Harga Bumbu Dapur di Pulau Simeulue
Pasar Inpres Kota Sinabang, Simeulue, menjual kebutuhan pokok masyarakat, Sabtu, (29/5/2021). (Antara Aceh/Ade Irwansah)

Harga Bumbu Dapur di Pulau Simeulue Melonjak

ACEHSATU.COM | SIMEULUE – Cuaca buruk yang melanda perairan Samudera Hindia sejak tiga hari terakhir membuat harga bumbu dapur di sejumlah pasar di Kota Sinabang, Pulau Simeulue, Aceh, mengalami kenaikan.

Ahmad, pedagang di Pasar Kota Sinabang, Sabtu, mengatakan cuaca buruk menyebabkan kapal feri dari daratan Pulau Sumatera yang mengangkut kebutuhan pokok termasuk bumbu dapur, berhenti berlayar.

“Persediaan barang dagangan, termasuk bumbu dapur menipis karena pasokan terhenti akibat kapal feri tidak berlayar. Bahkan, ada sebagian pedagang yang persediaan dagangannya habis, sehingga menyebabkan harga naik,” kata Ahmad.

Menurut Ahmad, saat ini harga bahan dapur seperti cabai merah naik dari sebelumnya Rp40 ribu per kilogram menjadi Rp85 ribu per kilogram.

Begitu juga dengan cabai rawit, harganya juga naik dari Rp35 ribu per kilogram, naik menjadi Rp75 per kilogram. Harga bawang merah dan bawang putih juga naik dari Rp45 ribu per kilogram naik menjadi Rp65 ribu per kilogram.

Harga Bumbu Dapur di Pulau Simeulue
Pasar Inpres Kota Sinabang, Simeulue, menjual kebutuhan pokok masyarakat, Sabtu, (29/5/2021). (Antara Aceh/Ade Irwansah)

“Sedangkan tomat, persediaannya habis. Ada juga sebagian pedagang masih ada persediaannya. Namun, dipastikan harganya juga naik,” jelas Ahmad.

Sementara itu, Kepala UPTD Pelabuhan Sinabang Hendra Wijaya mengatakan pelayaran kapal feri sempat terhenti karena cuaca buruk. Namun, kapal feri dari Sinabang ke Calang, Aceh Jaya maupun ke Aceh Singkil dijadwalkan berangkat Minggu (30/5).

“Pelayaran ke Calang dilayani KMP Aceh Hebat 1. Kemudian KMP Teluk Singkil dari Simeulue tujuan Pelabuhan Aceh Singkil. Sebelumnya semua kapal batal berangkat karena cuaca buruk yang melanda perairan Samudera Hindia,” pungkas Hendra Wijaya. (*)