Gaya Hidupnya Bak Kaum Jetset, Kekayaan Pasutri PNS yang Ditangkap KPK Ini Bikin Melongo

ACEHSATU.COM – Jabatan terakhir Nurhadi adalah Sekretaris Mahkamah Agung (MA) dan istrnya Tin Zuraida masih terdaftar sebagai staf ahli bidang politik dan hukum di Kementerian Pemberdayaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi. Meski keduanya sama-sama PNS, namun gaya hidupnya bak kaum jetset, miliarder.

Foto: Nurhadi. (dok detikcom)

Dalam catatan detikcom, Selasa (2/6/2020), Nurhadi dan Tin sama-sama menjadi PNS di lingkungan MA sejak awal 80-an. Nurhadi lama menjadi Kepala Biro Hukum dan Humas, sedangkan Tin lama berkiprah di Pusdiklat MA.

Puncak karier Nurhadi yaitu menjabat Sekretaris MA 2011-2016. Ia lengser setelah diterpa kasus jual beli perkara. Beda Nurhadi, karier istrinya Tin malah makin moncer. Ia dipercaya menjadi Staf Ahli Menpan RB.

Meski hanya PNS, kekayaan kedua pasutri itu mencengangkan. Mereka memiliki rumah di Jalan Hang Lekir V, Kebayoran Baru, Jaksel. Dari rumahnya, cukup jalan kaki ke Senayan City tidak sampai 2 menit.

Harganya? Di jalan itu, rumah minimal dijual di website jual beli rumah, di atas Rp 30 miliar hingga Rp 50 an miliar.

Tidak hanya itu, mereka juga tercatat memiliki rumah di bilangan Patal Senayan. Soal harga, lebih mahal dibanding yang di Jalan Hang Lekir.

Pekerjaan boleh saja sama-sama PNS. Tapi keduanya ternyata juga memiliki sebuah villa megah dan mewah di kawasan Megamendung yang tidak jauh dari Pusdiklat MA. Kolam renang serta halaman asri menghadap Gunung Salak menjadikan orang bisa berlama-lama di villa itu.

Di luar aset rumah, Nurhadi mencatat kekayaan bergerak puluhan miliar. Dari logam mulia hingga surat berharga. Jam tangannya tidak ada yang murah. Salah satu koleksinya Richard Mille yang satu unit bisa tembus Rp 2 miliar. Nurhadi memiliki lebih dari satu unit.

Saat menikahkan putrinya, Lia dengan Rezky, pesta mewah digelar di Hotel Mulia, Senayan. Suvenir iPod dibagi-bagikan ke tamu undangan. Penyanyi internasional menjadi weeding singer.

Dengan kekayaan aset di atas, maka mobil Nurhadi tidak perlu diceritakan. Tidak mungkin keduanya menaiki mobil LCGC atau di bawah harga Rp 200 juta. Jumlahnya? Masih diselidiki KPK.

Kekayaan di atas sebagian contoh gambaran pasutri PNS itu hidup layaknya miliarder. Gaji PNS tentu sudah bisa dihitung sesuai penghasilan dari negara yang ia terima per bulan. Tapi dari mana kekayannya itu? Sejumlah kelompok masyarakat mendesak KPK mengusut asal-usul harta Nurhadi hingga tuntas.

Kini keduanya ditangkap KPK. Nurhadi dibekuk setelah buron lebih dari 100 hari. Tin juga ikut ditangkap. Menantunya, Rezky juga ikut digelandang ke KPK. (*)