Gampong Cot Makaso Trienggadeng Kini Miliki Balai Petani

Dengan adanya balai, sangat besar fungsinya bagi petani. Tidak hanya sebagai tempat istirahat, tapi juga untuk shalat.
Bale Tani cot makaso
Documen-Balai Tani Gampong Cot Makaso Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya/Abdullah Gani

ACEHSATU.COM | PIDIE JAYA – Gampong Cot Makaso Trienggadeng Kini Miliki Balai Petani. Warga Gampong Cot Makaso Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya khususnya petani kini lega.

Pasalnya, rencana membangun sebuah balai di persawahan yang sudah sekian lama mereka idam-idamkan, kini terwujud.

Sebagai rasa syukur atas Rahmat Allah, para petani setempat juga sudah menggelar doa bersama disertai dengan penepungtawari (peusijuek) bale serta makan bersama.

Rasa haru dan senang dengan kehadiran sebuah balai tempat berteduh setelah lelah bekerja sekaligus difungsikan untuk shalat Zuhur dan Ashar disampaikan beberapa petani setempat kepada ACEHSATU.COM.

Tak ayal acara ritual pun  digelar dihadiri sekitar 80 orang warga termasuk camat dan anggota muspika serta dinas terkait beberapa hari lalu.

Sementara peusijuek dan doa dipimpin Tgk Syamsuddin, imam Desa Cot Makaso. “Kami senang dan rasa lega  atas kehadiran sebuah balai di sawah,” kata Ismail, seorang petani.

Keuchik Cot Makaso, Sofian Insya dalam keterangannya menyebutkan bahwa, warga khususnya petani sudah sekian lama menginginkan kehadiran sebuah balai di persawahan.

Dengan adanya balai, sangat besar fungsinya bagi petani. Tidak hanya sebagai tempat istirahat, tapi juga untuk shalat.

Sebelumnya, lanjut keuchik, karena tak adanya tempat khusus, sehingga untuk shalat terpaksa dilakukan diatas pematang.

Menyusul turunnya dana  APBK, warga merasa senang karena tak lama lagi balai yang sudah belasan tahun mereka idam-idamkan bakal terujut atau menjadi kenyataan.

Apalagi, petani setempat tak hanya menanam padi semata, tapi pada musim gadu atau selepas panen padi rendengan (pade thon-red)

Juga mengusahakan tanaman palawija seperti kedelai, kacang tanah, jagung serta aneka tanaman hortikultura (sayur-mayur) yakni, tomat, terong, kacang panjang serta bawang merah.   

Ditambahkan, Balai Tani berukuran 5 x 3 meter yang didirikan diatas saluran menghabiskan dana kurang lebih Rp 28 juta.

Sudah menjadi kelaziman, yang namanya bangunan baru seperti halnya balai, diawali dengan peusijuek dan doa serta diakhiri dengan makan bersama.

Sementara untuk menu, petani menyembelih seekor kambing. Acara tersebut, selain dihadiri puluhan petani, juga diundang camat dan anggota muspika serta kadis terkait termasuk juga penyuluh pertanian.