Gajah Liar Serang Tanaman Jagung Warga Lesten

Sejumlah gajah liar memasuki kawasan perkebunan penduduk Desa Lesten, Kecamaan Pining, Kabupaten Gayo Lues, sejak ttiga hari lalu.
Tanaman Jagung Warga Lesten
Foto Ismail Baihaqi.

Laporan Ismail Baihaqi

ACEHSATU.COM | BLANGKEJEREN – Sejumlah gajah liar memasuki kawasan perkebunan penduduk Desa Lesten, Kecamaan Pining, Kabupaten Gayo Lues, sejak ttiga hari lalu.

Petani terpaksa menjaga jagung tersebut di malam hari agar tak dimusnakan gajah liar meskipun masih berumur 2 bulan.

Jagung salah satunya tumpuan masyarakat di saat hasil tani lainya tak berbuah meskipun beresiko konflik dengan satwa tapi petani tetap melakukannya.

Petani jagung di Desa Lesten Kecamatan Pining Kabupaten Gayo lues sangat diresahkan dengan serangan gajah yang mengakibatkan para petani terancam gagal panen.

Tanaman Jagung Warga Lesten
Foto Ismail Baihaqi.

Pasalnya jagung yang masih berumur 2 bulan milik masyarakat di rusak kawanan gajah liar.

Salah satunya lahan milik Nasir (40), yang terletak di dusun Berawang Kuncir dan milik Sarif dan Gusnar yang terletak di Berawang Gajah.

Dari kedua titik lahan tersebut di perkirakan 18 hektare.

Nasir kepada ACEHSATu.com, Sabtu (07/08/2021) mengatakan gajah telah 3 hari berturut turut masuk terhitung mulai Selasa malam. Gajah tersebut berjumlah 2 ekor dan berjenis kelamin jantan.

“Sejak kejadian awal tersebut kami bersama para petani terpaksa menjaga kebun agar tak habis di musnahkan gajah, ungkapnya.

Gajah tersebut memasuki kebun di malam hari.

“Kami bersama warga hanya bisa menghalau dengan alat seadanya baik itu mercun, mariam Kaleng dan senter serta anjing. Meskipun berbahaya kami terpaksa mengalau gajah tersebut ungkap Nasir hingga masa panen karna jagung ini tumpuan kami satu-satunya,” sebutnya.

Nasir berharap kepada pemerintahan terkait seperti BKSDA Aceh agar bisa mengiring gajah ke dalam hutan agar tak terjadi konflik antara manusia dan satwa yang dilindungi tersebut serta melihat kerugian yang dialami masyarakat. (*)