Gajah Liar Rusak Kebun Warga Sarah Raja, Pemkab Aceh Utara Dinilai Berpangku Tangan

Kawanan gajah tersebut diperkirakan ada sekitar 40 ekor dan tersebar dalam beberapa kelompok kecil. Kawanan gajah tersebut tersebar di wilayah kecamatan Langkahan, Cot Girek, Pirak Timu dan Paya Bakong.
Gajah Liar Rusak Kebun Warga
Gajah Liar Rusak Kebun Warga

ACEHSATU.COM | LHOKSUKON – Gajah Liar Rusak Kebun Warga Sarah Raja, Pemkab Aceh Utara Dinilai Berpangku Tangan.

Konflik satwa dan manusia kembali terjadi dimana lokasi konflik tersebut merupakan daerah yang sudah rutin dilanda konflik satwa.

Aksi kawanan gajah liar kali ini setidaknya telah memporak-porandakan puluhan hektare kebun pinang warga Dusun Sarah Raja Desa Leubok Pusak Kecamatan Langkahan Aceh Utara.

Informasi yang diperoleh kawanan gajah liar masuk ke pemukiman warga sekitar lima hari lalu yang di unggah pada Kamis (26/05/2022) lalu.

Berdasarkan posting Facebook milik Kepala Dusun Sarah Raja terlihat pohon pinang tumbang ,gubuk rusak dan sawit yang diobrak-abrik gajah.

Dalam postingan di Facebook Sarah Raja dituliskan “Puluhan hektar kebun pinang warga sarah raja/ketok di bantai habis habisan oleh kawanan gajah liar namun sampai sekarang blm ada jawaban dan respon dari pihak terkait penanganan gajah liar,

mereka hanya berpesan gajah liar tidak boleh di ganggu atau disakiti namun di balik itu pemilik lahan hanya bisa merintih menangisi musibah yg menimpanya sampai sekarang blm ada pengakuan bahwa ini salah siapa…. ?

Sementara itu Keuchik Desa Lubuk Pusaka Sulaiman saat di hubungi ACEHSATU.COM pada Selasa (31/05/2022) membenarkan kejadian tersebut.

“Iya , benar itu pak kejadian nya , dan kalau dalam bulan ini saja udah ada beberapa kali gajah masuk ke kawasan tersebut,” ungkap Keuchik.

Dirinya menambahkan untuk saat ini upaya yang dilakukan pihak terkait hanya memberikan mercon kepada para warga untuk melakukan penghalauan gajah.

Sambungnya, saat ini gajah masih berada di seputaran pemukiman warga dan gajah masuk ke pemukiman pada malam hari.

Selain itu dirinya juga berharap kepada pihak terkait untuk lebih memperhatikan masyarakat yang tanamannya dirusak kawanan gajah.

“Coba bapak turun ke lokasi bagaimana kehidupan warga kami yang di sana yang hampir setiap minggunya berhadapan dengan gajah liar,” ujar Keuchik Lubuk Pusaka.

Sementara itu Nurdin Staf Resor Konservasi Wilayah 11 Aceh Utara Seksi Konservasi Wilayah I Lhokseumawe yang dihubungi ACEHSATU.COM pada Selasa (31/05/2022) menyampaikan bahwa

Kejadian tersebut sudah lama namun memang daerah tersebut kerap dimasuki kawanan gajah liar
Di saat gajah masuk ke pemukiman warga pihaknya selalu dihubungi oleh warga dan turun serta memberikan mercon untuk upaya penghalauan.

Kawanan gajah tersebut diperkirakan ada sekitar 40 ekor dan tersebar dalam beberapa kelompok kecil.

Kawanan gajah tersebut tersebar di wilayah kecamatan Langkahan, Cot Girek, Pirak Timu dan Paya Bakong.

“Posisi gajah saat ini tidak ada lagi habitat untuk berlindung, dimana pergerakan gajah tersebut, saat di halau di Dusun Sarah Raja gajah pindah ke Dusun Mihra Istimewa dan pindah ke Dusun Alue Buloh, ke Dusun Batu Ular, Pirak Timu dan ke Paya Bakong,” pugkas Nurdin.

Saat ini pihaknya juga menemukan banyak kendala dalam penanganan konflik satwa yang kerap terjadi dimana, pihak KSDA hanya menangani masalah satwa sedangkan masalah hutan dibawah KPH, jadi banyak kendala dalam penanganannya.

“Saat ini kita ketahui bersama hutan di Aceh Utara semakin menyusut sehingga habitat satwa liar terganggu dan akibatnya satwa liar turun ke pemukiman warga,” katanya.

Selain itu tambahnya dalam penanganan masalah konflik satwa yang terjadi selama ini di Aceh Utara , pihak pemerintah Aceh Utara tidak memberikan sedikit sokongan apapun, mereka selalu melimpahkan masalah tersebut ke pihak provinsi,” cetus Nurdin.

“Seharusnya pihak Pemerintah Aceh Utara melalui geuchik, camat dan pemkab melaporkan setiap ada konflik yang terjadi ke pihak provinsi, sehingga saat pihak KSDA melaporkan ke provinsi singkron dengan apa yang kami laporkan,” kata Nurdin.