Gajah Liar Rusak 18 Rumah di Bener Meriah, Warga Harus Mengungsi

warga yang rumahnya dirobohkan oleh kawanan gajah liar harus mengungsi ke sebuah rumah kosong dekat jalan raya, “Terdapat kurang lebih 18 KK yang ikut mengungsi”,
Rumah warga yang rusak akibat amukan gajah liar | Fofo: Facebook Hamka

ACEHSATU.COM | Bener Meriah,- Sekitar 40 Ekor lebih gajah liar kembali masuk kepemukiman warga dan merusak 18 rumah di Kampung Negeri Antara, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Bener Meriah, Senin (29/11/2021).

Gangguan Gajah di Kampung Negeri Anatara telah berlangsung selama tiga hari, hingga Senin Malam 29/11 gangguan gajah masih berlangsung.

Sementara warga yang rumahnya dirobohkan oleh kawanan gajah liar harus mengungsi ke sebuah rumah kosong dekat jalan raya, “Terdapat kurang lebih 18 KK yang ikut mengungsi”, ujar Reje Negeri Antara.

Hingga malam ini Reje Negeri Anatara bersama warga masih berjaga-jaga di Kampung untuk mengantisipasi gangguan gajah liar, “ Katanya pihak CRU juga datang malam ini, untuk mengantisipasi atau berjaga, namun sejauh ini belum sampai, mungkin mereka masih dijalan”, ungkap Riskanadi.

Diduga kawanan Gajah liar masuk kepemukinan warga akibat kabel listrik kejut atau power fencing atau penghalau gajah liar dicuri,  sehingga gajah bisa masuk kepemukinan lewat jalur yang  power fencing atau kabel kejut dicuri.

“Ada sekitar 200 Meter Kabel Kejut atau power fencing penghalau gajah liar dicuri oleh orang yang tidak bertanggung jawab” Ujar Reje Kampung Gampong Negeri Antara, Riskanadi saat dikonfirmasi Acehsatu.com via Telephone Seluler.

Riskanadi melanjutkan, akibatnya 18 Rumah warga di Desanya dihancurkan oleh kelompok kawanan gajah liar yang berjumlah lebih dari 40 ekor lebih

Hingga malam ini Reje Negeri Anatara bersama warga masih berjaga-jaga di Kampung untuk mengantisipasi gangguan gajah liar, “ Katanya pihak CRU juga datang malam ini, untuk mengantisipasi atau berjaga, namun sejauh ini belum sampai, mungkin mereka masih dijalan”, ungkap Riskanadi.

Selain itu terkait bantuan kepada  warga yang pengungsi pihaknya telah menerima dari CRU dan Bantuan Dinas Sosial Bener Meriah.

“Kemaren ada bantuan dari CRU, dan ini juga baru sampai bantuan kepada pengungsi dari Dinas Sosial, tapi belum tau apa isinya karena belum dibuka, baru saja sampai ini”, terang Riskanadi.

Semantar kendala yang dihadapi saat ini tidak tersedianya marcun untuk melakukan pengusiran terhadap kawanan gajah yang masih berkeliaran dipemukiman warga.

“Kendala saat ini tidak adanya marcun untuk melakukan pengusiran, sebelumnya ada tapi terbatas, dan saat ini memang tidak ada satupun lagi marcun yang tersedia”, pungkas Reje Negeri Antara.