Lingkungan Hidup

Gajah Ditemukan Mati di Peureulak Diduga Akibat Diracun

Tim dokter BKSDA menemukan hati, limpa, jantung dan paru yang menghitam akibat racun.

FOTO | IST

ACEHSATU.COM | ACEH TIMUR – Seekor gajah liar jantan ditemukan warga mati terkapar di bekas areal perkebunan perusahaan yang kini dikelola masyarakat di Desa Cekmbon Kecamatan Peureulak, Aceh Timur, Kamis (9/8/2018).

Informasi diperoleh AcehSatu.Com dari BKSDA, Jumat (10/8/3/2018), setelah bangkai gajah diselidiki (nekropsi) tim dokter hewan BKSDA Aceh berkesimpulan bahwa dugaan sementara mati karena toxicosis atau racun.

BACA: Bunta, Gajah Jinak yang Mati Diracun Pernah Selfie dengan Leonardo DiCaprio

Gajah tersebut berjenis kelamin jantan umur sekitar 15 tahun dan memiliki gading sepanjang 74 centimeter.

BACA: Kasus Bunta Belum Tuntas, Gajah Liar Mati Lagi di Aceh Timur

Tim dokter BKSDA menemukan hati, limpa, jantung dan paru yang menghitam akibat racun.

Ada juga kemungkinan terkena setrum listrik.

“Bangkai ditemukan dekat kawat beraliran listrik dan sudah mati 2 hari lalu,” kata sumber dari kalangan kepolisian.

Saat ini, tim telah mengambil sampel hati, jantung, ginjal, limpa, usus dan sisa makanan untuk diperiksa. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top