Gagal Urus Topan, Kim Jong-un Pecat Pejabat Korut

Gagal Urus Topan, Kim Jong-un Pecat Pejabat Korut
Kim Jong-un. | Foto: Korean Central News Agency/Korea News Service via AP

ACEHSATU.COM | KOREA UTARA – Ketua Komite Provinsi Hamgyong Selatan dari Partai Buruh, Kim Jong-il dipecat usai dinilai gagal menangani bencana topan di Korea Utara (Korut). Pemecatan dilakukan langsung Pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong-un.

Partai yang berkuasa di Korea Utara telah meminta pejabat lokal untuk dihukum berat karena gagal mengikuti perintah selama topan menerjang, seperti mengevakuasi penduduk ke tempat yang aman.

Kim Jong-un usai memecat sang pejabat diketahui telah menetapkan penggantinya, namun tidak dijelaskan siapa pengganti tersebut.

Melansir CNNIndonesia.com dari New York Post, Senin (7/9/2020),Kim Jong-un mengenakan kemeja berwarna putih, celana panjang krem, dan topi kembung bergaya militer.

Dia terlihat sedang mengamati kerusakan di Provinsi Hamgyong Selatan yang dilanda bencana bersama para deputinya pada hari Sabtu.

Kantor berita yang dikelola pemerintah mengungkap Kim diberi tahu bahwa Topan Maysak menghancurkan lebih dari 1.000 rumah dan menggenangi bangunan umum serta lahan pertanian ketika melanda Hamgyong Selatan dan Utara pekan lalu.

Sementara itu, surat kabar Rodong Sinmun melaporkan bahwa korban akibat kejadian itu berjumlah lusinan.

Kim berjanji untuk mengirim 12.000 anggota Partai Buruh yang berkuasa dari Pyongyang untuk membantu upaya pemulihan.

Korut hadapi bencana

Korut sedang bergulat dengan hujan lebat, banjir, dan topan di salah satu musim hujan terbesar dalam sejarah. Mereka juga bersiap menghadapi topan ke-10 musim ini, yang dilaporkan berputar-putar di Laut Cina Timur selama akhir pekan.

Profesor di Universitas Ewha, Leif-Eric Easley bilang kunjungan terbaru Kim ke daerah-daerah yang dirusak oleh bencana alam disebut sebagai upaya untuk meningkatkan moral dalam menghadapi penderitaan ekonomi yang memburuk.

“Kunjungan Kim Jong-un yang lebih sering ke provinsi dimaksudkan untuk menunjukkan respons ‘pemimpin rakyat’ terhadap bencana alam,” katanya kepada Associated Press.

Kendati demikian Easley berkata kunjungan itu di sisi lain membuktikan bahwa elite di Pyongyang tidak mandiri.

“Tapi ini juga merupakan pengakuan yang blak-blakan bahwa elite di Pyongyang tidak mandiri. Perhatian Kim yang meningkat kepada petani mencerminkan situasi pasokan makanan yang mengkhawatirkan di negara tersebut,” ucapnya. (*)