Gadis Keterbelakangan Mental di Aceh Utara Diperkosa Pria Paruh Baya

Bagaimana tidak, sang gadis mengalami pemerkosaan dan pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh seorang pria paruh baya berinisial JF.
ilustrasi pelecehan anak di bawah umur. Net

ACEHSATU.COM | LHOKSUKON – Nasib tragis dialami oleh seorang gadis sebut saja bunga, yang mengalami keterbelakangan mental.

Bagaimana tidak, sang gadis mengalami pemerkosaan dan pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh seorang pria paruh baya berinisial JF.

JF (50) warga Kecamatan Langkahan ditangkap dan diamankan oleh pihak Polres Aceh Utara pada Selasa (05/04/2022).

JF dilaporkan berdasarkan laporan polisi  LP.B/41/IV/2022/SPKT/POLRES ACEH UTARA/POLDA ACEH tertanggal 5 April 2022, yang dilaporkan oleh abang korban.

Kapolres Aceh Utara AKBP Riza Faisal, melalui Kasat Reskrim Iptu Noca Tryananto menyebutkan, JF diduga telah melakukan jarimah pemerkosaan dan pelecehan seksual terhadap seorang gadis.

“Tersangka JF kita tangkap saat berada di rumahnya, 5 April lalu sekitar pukul 18.30 WIB. Kasus ini dilaporkan oleh abang korban,” ujar Noca.

Ia menjelaskan, pada Rabu (30/3/2022) tersangka datang menemui korban yang saat itu berada di kios milik orang tuanya.

Kala itu tersangka mengajak korban ke rumah orang tua korban yang berjarak sekitar 20 meter dari kios.

“Di rumah tersebut, tersangka mengajak korban masuk ke dalam kamar belakang. Setelah membuka seluruh pakaian korban, tersangka menyetubuhi korban. Setelah selesai, tersangka memakai kembali pakaiannya seraya berkata jangan kamu bilang sama mamak kamu, ya,” terang Noca.

Saat tersangka keluar dari kamar, lanjut Kasat Reskrim, korban ditinggalkan dalam keadaan tanpa busana.

Di waktu yang sama, tersangka berpapasan dengan kakak ipar korban yang menanyakan keberadaan adik iparnya.

Saat kakak iparnya masuk ke kamar, ia melihat kondisi korban tanpa busana.

Kejadian itu diberitahukan kepada suaminya (abang korban) yang kemudian membuat laporan ke Polres Aceh Utara.

“Setelah melakukan pemeriksaan terhadap korban, pelapor dan saksi-saksi, tersangka akhirnya kita tangkap. Untuk barang bukti sudah kita amankan hasil visum et refertum dan pakaian korban. Kita juga telah melakukan koordinasi dengan P2TP2A dan Peksos untuk pendampingan dan konseling terhadap korban yang mengalami keterbelakangan mental. Korban ini berusia 18 tahun,” beber Noca.

Ia menambahkan, tersangka dikenakan Jarimah Pemerkosaan dan Pelecehan Seksual sebagaimana dimaksud dalam Pasal 48 Jo Pasal 46 Qanun Aceh No.  6 Tahun 2014 Tentang Hukum Jinayat. (*)