Breaking News

FPI Tuding Sendratari Kolosal yang Akan Membuka MTQ Aceh 2017 Melanggar Syariat Islam, Ini Jawaban Syahbandi

Pihak FPI menghimbau Panitia Pelaksana MTQ melalui surat pada poin 1, agar tidak ada tarian dalam bentuk apapun saat pembukaan.

Foto | Lukfar

ACEHSATU.COM | ACEH TIMUR – Tudingan FPI lewat surat himbauan bertanggal 13/11/2017 yang diajukan kepada Panitia Pelaksana MTQ Aceh ke-33 di Idi, Aceh Timur dianggap biasa oleh MB Bandi Harvirdaus SH (kerap dipanggil Syahbandi), penanggung jawab sendratari kolosal tersebut.

Syahbandi saat ditemui ACEHSATU.COM pada Selasa (14/11/2017) di lokasi Lapangan Upacara Pemkab Aceh Timur, menjelaskan kepada media ini, bahwa Sendratari kolosal yang akan segera ditampilkan sebagai pembuka MTQ Aceh lebih bersifat maknawi.

“Isinya terkait harmonisasi kehidupan, mengandung nasihat untuk berkehidupan yang seimbang, tidak saling menjatuhkan, tidak saling menindas, sebab justru akan merugikan sesama,” paparnya.

Manfaat positif lain, katanya, melalui sendratari kolosal berdurasi 20-30 menit ini nanti, sejak persiapannya sampai hari pembukaan berlangsung selama 30 hari berturut-turut justru amat dirasakan bagi kalangan siswa-siswi Aceh Timur.

Kabar yang diterima Syahbandi bahwa pihak FPI menghimbau Panitia Pelaksana MTQ melalui surat pada poin 1, agar tidak ada tarian dalam bentuk apapun saat pembukaan.

Baginya, hal ini menjadi tidak elok akibat anggapan FPI itu hanya memutuskan suatu perkara sebagai kesimpulan yang hanya semata-mata  didasarkan atas laporan masyarakat.

“Ini jelas sepihak, sepatutnya mereka melihat langsung, bertanya dan berdiskusi dulu dengan pihak kami yang paling bertanggung jawab atas sendratari kolosal melibatkan 200-an pemain dari remaja Aceh Timur” ungkap Syahbandi bernada kecewa.

Kekecewaan terhadap anggapan sepihak yang dilakukan oleh FPI Aceh Timur tersebut menjadi kian beralasan sebab sepatutnya mereka terlebih dahulu menyaksikan dan mengkaji langsung, baru boleh mengajukan himbauan yang lebih berdasar.

“Di samping siar agama, siar budaya juga memiliki kawasannya tersendiri, jadi pengetahuan kita mestilah berimbang dan terbuka, itu saran saya kepada FPI Aceh Timur,” tutupnya di akhir wawancara.

Ditemui di tempat terpisah oleh ACEHSATU.COM, Ketua FPI Aceh Timur Tgk Nazaruddin Ramli menyatakan bahwa terkait diadakannya MTQ se-Aceh di Idi, Aceh Timur, pihak mereka sedianya sangat mendukung penuh.

Namun hanya saja terkait adanya pembukaan MTQ se-Aceh di wilayah mereka yang akan menampilkan pementasan sendratari kolosal, hal ini mereka tidak sependapat.

“Sebaiknya diganti dengan penampilan yang lebih menjurus dan lebih sesuai seperti Zikir Maulid, Zikir Bardanzhi, Dalail Khairat, Selawat Badar dan lainnya,” papar Nazaruddin kilahnya. (*)

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top