Foto

FOTO-FOTO Keceriaan Anak Korban Banjir Bersama Para Wartawan

Aksi KWPB ini adalah aksi yang kedua kali di desa yang sama, karena desa ini adalah desa yang minim mendapat bantuan.

Foto | Muhammad Furqan

ACEHSATU.COM | ACEH UTARA – Dalam upayanya membantu masyarakat lemah, wartawan tidak hanya bisa menulis dan melaporkan. Banyak hal yang diekspresikan dalam membangkitkan kembali semangat para korban banjir yang sedang dirundung duka.

Seperti yang dilakukan Komunitas Wartawan Peduli Bencana (KWPB). Selain menyalurkanbantuan kepada korban banjir, para wartawan juga menghibur anak-anak di posko pengungsian banjir di Dusun Mantang Jurong, Gampong Mampre, Kecamatan Syantalira Aron, Kabupaten Aceh Utara, Senin (12/12/2017).

Pantauan ACEHSATU.COM, bantuan yang disalurkan kepada korban banjir berupa indomie, air mineral, snack, baju, makanan ringan kepada anak-anak dan obat-obatan yang diserahkan secara simbolis kepada kepala desa setempat di lokasi pengungsian.

Dibalik itu juga KWPB juga menghibur anak-anak di posko pengungsian dengan cara bernyanyi bersama-sama dengan di iringi gitar dan juga memainkan beberapa permainan seperti meniup balon dan membawa balon dengan bergandengan perut, anak-anak  sangat terhibur.

Ketua KWPB Idris Bendung melalui Ketua Harian KWPB, Rahmad mengatakan, aksi KWPB ini adalah aksi yang kedua kali di desa yang sama, karena desa ini adalah desa yang minim mendapat bantuan.

Selain itu, di salah satu dusun ini sangat membutuhkan bantuan terutama obat-obatan dan air bersih dan juga anak-anak perlu hiburan akibat trauma pasca banjir guna untuk menyegarkan kembali ingatan anak anak pasca di landa banjir.

Saiful  wartawan yang tergabung dalam komunitas KWPB juga mengatakan “paska dilanda banjir selama satu pekan lebih, air di desa tersebut tercemar dan susah untuk mendapatkan air bersih.

Mereka harus membeli air untuk diminum dan air untuk keperluan lain mereka harus menempus sekitar satu kilometer untuk mendapatkan air  bersih yaitu di salah satu meunasah yang tidak tercemar air di desa ini.

Kepala Desa Gampong Mampre, Muslem mengatakan akibat banjir yang melanda Gampong Mampre ini warga susah untuk mendapatkan air bersih dan juga sekitar 30 hektar lebih sawah siap panen.

“Gagal panen akibat terendam banjir petani rugi dimana biasanya harga jual padi 5400 sekarang dengan harga jual 2400,” katanya.

“Kami mengharapkan kepada pemerintah daerah  dan pemerintah provinsi untuk meninjau ke lokasi dan memberi bantuan kepada petani dan membuat  air pam atau membuat sumur bor kepada warga untuk memudahkan warga mendapatkan air bersih,” harap M Yusuf .

Kepala Bidang Pertanian Aceh Utara Abdul Jalil mengatakan, padi yang terendam akibat banjir seluruhnya siap panen di Aceh Utara seluas 6.463 hektare.

Sementara padi yang belum siap panen seluas 547 hektare.

“Kerugian belum bisa ditafsirkan, mungkin diperkirakan tiga hari kedepan ketika banjir sudah surut,” kata Abdul jalil. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top