Forum Pengurangan Resiko Bencana Pidie Jaya Dikukuhkan

Forum Pengurangan Resiko Bencana (F-PRB) Pidie Jaya yang lahir Agustuas 2019 lalu, Kamis (12/11/2020) dikukuhkan oleh Pemkab setempat.
Forum Pengurangan Resiko Bencana Pidie Jaya
Wabup Pijay, H Said Mulyadi, Kamis (12/11/2020) melantik Kepengurusan FPRB priode 2019-2024 di Oprom kantor bupati. Acehsatu.com/ Abdullah Gani

Forum Pengurangan Resiko Bencana Pidie Jaya Dikukuhkan

ACEHSATU.COM | PIDIE JAYA Forum Pengurangan Resiko Bencana (F-PRB) Pidie Jaya yang lahir Agustuas 2019 lalu, Kamis (12/11/2020) dikukuhkan oleh Pemkab setempat.

Pengukuhan dilakukan Wakil bupati (Wabup) Pidie Jaya, H Said Mulyadi SE, MSi, di Aula Cot Trieng Lantai III Kantor Bupati disaksikan unsur Forkopimda serta kadis terkait ditandai dengan penyerahan Bendera Pataka kepada Ketua F-PRB.

Pelantikan F-PRB Pidie Jaya priode 2019-2024 diketuai M Yacub Piah yang juga Ketua Forum Keuchik Kecamatan Meurahdua juga ikut dihadiri Ketua F-PRB Aceh, Muhammad Madya Akbar, PLt Kalak BPBD Pijay, Okta Handipa ST, PLt Kadis Kesehatan, Eddy Azwar SKM, MKes, Waka Polres serta Kajari setempat.

SK  Bupati Pijay ber-Nomor 816 Tahun 2019 tertanggal 20 Agustus 2019. Antara lain menetapkan, untuk melakukan koordinasi dengan lembaga terkait untuk persiapan penguragan resiko bencana di Pijay.

Ddalam sambutannya, Wabup Pijay antara lain menyebutkan bahwa, dalam upaya pengurangan resiko bencana diperlukan kerjasama dan langkah konkrit dengan semua pihak untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman dampak bencana yang mungkin terjadi.

Forum Pengurangan Resiko Bencana Pidie Jaya
Wabup Pijay, H Said Mulyadi, Kamis (12/11/2020) melantik Kepengurusan FPRB priode 2019-2024 di Oprom kantor bupati. Acehsatu.com/ Abdullah Gani

“Saya atas nama pemkab serta pribadi berpesan kepada BPBD dan SKPK terkait untuk menjalin kerjasama yang baik dalam penanggulan bencana. “Mari kita bekerjasama mengurangi dampak bencana,” pinta Waled.

Diakui bahwa, bencana tak dapat ditolak, tapi resiko atau dampak yang perlu diupayakan pengurangannya. Pemkab lanjut Waled (panggilan akrab untuk Wabup) mengaku lega dan senang dengan hadirnya forum tersebut.

Karenanya, kepada masyarakat luas diminta supaya melakukan sosialisasi secara mendetail tentang bagaimana menghadapi jika terjadi bencana. Terutama dalam menyelamatkan diri. Apalagi, warga Pijay sudah berpengalaman dengan musibah, paparnya lagi.

Bencana alam memang tak dapat dihindari, tapi setidaknya resiko bencana dapat dikurangi. Cara yang ditempuh kea rah itulah yang dirasakan sangat penting diketahui oleh masyarakat.

Dengan demikian, warga tidak panik. Simulasi dan kearah tersebut perlu dilakukan sejak dini. Apalagi, bencana itu  muncul secara tiba-tiba. Pemkab juga berharap adanya laporan secara rutin dari F-PRB serta dari BPBD setempat.

Selengkapnya, F-PRB Pidie Jaya priode 2019-2024 yaitu, Ketua M Yacub M Piah. Wakil Ketua I dan II masing-masing, Umar Abdullah dan Samsul Bahri SE. Sekretaris,T Rahmad Danil, sementara Bendahara, Muslim Khadri S,STP M.Sc.

Kepengurusan juga dilengkapi dengan Bidang Kebijakan dan Manajemen. Bidang Advokasi dan Penyebaran Informasi. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Teknologi. Bidang Penguatan SDM, Bidang Kerjasama Antar Lembaga dan Bidang Pendataan. Sementara Pembina antara lain, Bupati, Kaplres, Dandim, Kajari, Ketua DPRK, Ketua MPU, Sekdakab, Kepala BPBD dan SKPK.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan sosialisasi tentang upaya-upaya yang perlu dilakukan dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana. Nara sumber atau pemateri disampaikan salah seorang Pengurus BPBA.

Pemateri pada intinya, mengajak para Kepengurusan F-PRB Pidie Jaya untuk bekerja keras membantu masyarakat jika terjadinya bencana.

“F-PRB bersama unsur pekerja sosial atau organisasi kemasyarakat lainnya seperti PMI, Tagana, SAR harus berada di garda terdepan,” pintanya. (*)