Bireuen

FGD Peningkatan Produktivitas Petani Kelapa Digelar di Bireuen

Kabupaten Bireuen menggelar Pertemuan Forum Group Discusion (FGD) Rencana Aksi Peningkatan nilai tambah dan produktifitas Kelapa, untuk merancang masa depan kelapa dan petani yang di anggap tanaman primadona di Kabupaten Bireuen

ACEHSATU.COM | BIREUEN – Kabupaten Bireuen menggelar Pertemuan Forum Group Discusion (FGD) Rencana Aksi Peningkatan nilai tambah dan produktivitas kelapa, untuk merancang masa depan kelapa dan petani yang dianggap tanaman primadona di Kabupaten Bireuen.

Kegiatan ini digelar Bappeda Kabupaten Bireuen, (Senin, 03/12/2018),

Pertemuan “Rencana Aksi Peningkatan Nilai Tambah dan Produktivitas Kelapa” ini dihadiri para pihak dan dinas yang berkaitan di pemerintah, para pengusaha kelapa, petani kelapa, penangkar bibit kelapa dan juga konsultan.

Dipenuhi masukan dan pendapat serta keinginan yang secara umum menyampaikan, pentingnya petani kelapa di kampung-kampung diperhatikan.

BACA: Jalan Menuju Pabrik Berbahan Baku Kelapa Cot Batee Geulungku Rusak Berat

Menanggapi berbagai persoalan kelapa dan turunnya harga yang cukup memprihatinkan saat ini, Tarmizi dari PT Buana Aceh Sejahtera (BAS) yang juga pembina Forum Kelapa Aceh menyampaikan beberapa masukan.

Di hadapan peserta “Forum Group Discusion (FGD) yang dipimpin moderator Yusnin (Kabid Ekonomi BAPPEDA Bireuen) dan Nuriman dari Konsultan Centralindo sebagai pemateri, Tarmizi mengatakan, beberapa aspek yang perlu dilakukan pemerintah dan pengusaha untuk membantu petani kelapa, antaranya memberikan kemudahan kepada pengusaha yang bergerak di bidang kelapa.

Seperti membangun infrastruktur jalan di kawasan industri, sehingga pergerakan usaha kelapa lancar dan bisa memperbanyak mata produksi dan nilai ekspor yang berpengaruh pada nilai rupiah petani.

Tidak hanya itu, pemerintah juga di minta memberi pelayanan pengurusan surat menyurat yang cepat dan tepat, mencari pasaran baru ke berbagai perusahaan dan negara (pemakai).

“Kita harus bersanding dengan para pengusaha baik itu petani fokus kelapa, pengumpul dan pengusaha industri, urai Tarmizi yang pernah menetap di Denmark, Eropa itu,

Masukan dan saran lainnya datang Nazari atau yang sering di sapa bang Wen pengusaha pengumpul kelapa UD Coco Mas di kecamatan Peulimbang.

Menurutnya harga kelapa yang terjun bebas ini dinilainya bisa saja akibat kurang kepedulian pemerintah terdap pasar jual kelapa petani.

BACA: Penampung Kelapa di Bireuen Siap Pasok Kelapa untuk PT BAS

Dikatakan, maka dengan itu disarankan agar pemerintah bisa mengupayakan peningkatan harga jual oleh petani, masalah mekanisme dan caranya tentu ada pada pemerintah,” jelas Wen yang sudah 15 tahun bergerak di komoditi kelapa.

Ditambahkan, ia merasa khawatir suatu hari nanti bisa saja Bireuen sebagai kabupaten terkenal dengan primadona kelapa, bisa saja hanya tinggal nama, karena para petani kelapa tidak lagi menghiraukan kelapa.

Apalagi petani kelapa makin banyak yang menjual batang kelapa, akibat desakan harga kelapa yang cukup murah dan kebutuhan ekonomi (uang) kontan yang mendesak.

Menjawab berbagai tantangan dan masukan dari berbagai pihak yang hadir, Kabid Ekonomi BAPPEDA Bireuen, Yusnin akan membawa dalam rapat khusus dan akan merumuskan kebijakan pemerintah yang lebih baik ke depan. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top