Fatwa MUI: Vaksin COVID-19 Cansino asal China Haram

Majelis Ulama Indonesia (MUI) memutuskan fatwa bahwa vaksin COVID-19 yang diproduksi CanSino Biologics Inc. asal China hukumnya haram.
COVID-19 CanSino
Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/Alernon77

ACEHSATU.COM | JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) memutuskan fatwa bahwa vaksin COVID-19 yang diproduksi CanSino Biologics Inc. asal China hukumnya haram. Vaksin ini dikenal juga dengan nama Convidecia.

Hal ini diatur dalam Fatwa MUI nomor 11 Tahun 2022 tentang Hukum Vaksin Covid-19 Produksi Cansino Biologics Inc China.

“Vaksin Covid-19 produksi CanSino hukumnya haram,” demikian bunyi fatwa yang dikutip dari laman resmi MUI, Minggu (3/7/2022).

Dalam fatwa tersebut, MUI menjelaskan tahapan proses produksi vaksin yang memanfaatkan bagian anggota tubuh manusia. Hal tersebut sudah dipastikan hukumnya haram dalam ajaran Islam.

COVID-19 CanSino
Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/Alernon77

“Memanfaatkan bagian anggota tubuh manusia (jus’ minal insa), yaitu sel yang berasal dari ginjal embrio bayi manusia,” lanjut fatwa tersebut.

Terkait fatwa itu, MUI mengeluarkan enam rekomendasi, yakni:

1. Pemerintah harus memprioritaskan penggunaan vaksin Covid-19 yang halal semaksimal mungkin, khususnya untuk umat Islam.

2. Pemerintah perlu mengoptimalkan pengadaan vaksin Covid-19 yang tersertifikasi halal.

3. Pemerintah harus memastikan vaksin Covid-19 lain yang akan digunakan agar disertifikasi halal dalam kesempatan pertama guna mewujudkan komitmen pemerintah terhadap vaksinasi yang aman dan halal.

4. Pemerintah harus menjamin dan memastikan keamanan vaksin yang digunakan.

5. Pemerintah tidak boleh melakukan vaksinasi dengan vaksin yang berdasarkan pertimbangan ahli yang kompeten dan terpercaya, menimbulkan dampak yang membahayakan (dlarar).

6. Mengimbau kepada semua pihak untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan memperbanyak istighfar, istighasah, dan bermunajat kepada Allah SWT. (*)